Bisnisnews.net || Arus balik Lebaran 2026 di Kabupaten Sukabumi diwarnai kemacetan panjang di jalur arteri Simpang Cikidang. Kepadatan kendaraan bahkan dilaporkan berlangsung hingga 14 jam, dipicu oleh kondisi jalan yang menanjak curam.
Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Abdurrohman Hidayat, mengungkapkan bahwa lonjakan kendaraan sempat membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut tersendat. Petugas kepolisian pun langsung diterjunkan untuk melakukan pengaturan dan mengurai kepadatan hingga malam hari.
“Di jalur Cikidang memang terjadi penumpukan kendaraan, tapi anggota kami segera melakukan penguraian di lapangan sampai dini hari. Saat ini kondisi lalu lintas sudah kembali normal,” kata Hidayat, Selasa (24/3/2026).
Menurutnya, kontur jalan di Cikidang yang didominasi tanjakan ekstrem menjadi penyebab utama kemacetan. Sejumlah kendaraan mengalami kesulitan saat melintas, bahkan ada yang berhenti di tengah tanjakan sehingga menghambat kendaraan lain di belakangnya.
“Karena jalurnya cukup curam, ada kendaraan yang tidak kuat menanjak lalu berhenti. Ini yang menyebabkan antrean panjang hingga ke bawah,” jelasnya.
Sementara itu, situasi berbeda terlihat di jalur Simpang Ratu. Meski volume kendaraan meningkat, arus lalu lintas di kawasan tersebut masih bisa bergerak karena didukung kondisi jalan yang lebih lebar.
“Untuk Simpang Ratu, arus kendaraan masih mengalir. Kepadatan ada, tapi tetap bergerak karena kapasitas jalannya lebih memadai,” ujarnya.
Tak hanya di Cikidang, kepadatan juga terjadi di wilayah Palabuhanratu. Tingginya minat masyarakat untuk berwisata selama libur Lebaran tahun ini turut berkontribusi pada lonjakan kendaraan.
“Memang ada peningkatan signifikan, terutama ke arah destinasi wisata seperti Palabuhanratu. Antusiasme masyarakat tahun ini cukup tinggi,” tambahnya.
Salah satu pengendara, Supri, mengaku harus menunggu berjam-jam di tengah kemacetan. Ia terjebak sejak siang hari di kawasan Cibadak hingga akhirnya bisa melanjutkan perjalanan pada dini hari.
“Perjalanan dari Cibadak ke Cikidang itu sampai 14 jam. Berangkat siang, tapi baru bisa jalan lagi sekitar jam 2 pagi,” tuturnya.
Kemacetan panjang ini terjadi akibat membludaknya kendaraan dari arah selatan menuju Bogor dan Jakarta pada puncak arus balik. Simpang Cikidang kembali menjadi titik rawan yang kerap mengalami kepadatan saat musim mudik maupun libur panjang.***(RAF).
Editor : M. Nabil