Membaca “Dinamika dan Pembersihan” BGN dari Palabuhanratu: Ikhtiar Spiritual Membela Hak Makan Anak Bangsa

Date:

Bisnisnews.net – Deburan ombak Pantai Sakawayana, Palabuhanratu, Sukabumi malam itu bukan sekadar latar suara. Di sebuah bale-bale bambu yang hangat, riuh angin laut berpadu dengan diskusi mendalam Majelis Pencerahan, Rabu malam (03/06/2026).

Sejumlah tokoh berkumpul, mulai dari Aktivis 98 Aam Abdul Salam (Sekjen PPJNA 98/Presidium MD KAHMI Sukabumi), Dede Heri (Rumah Literasi Merah Putih), hingga Siti Ratna Maymunah (Bendahara SMSI Sukabumi Raya/CEO Wartain.com). Hadir pula HM Fikrie (Majelis Sholawat Cahaya Nusantara), Asep Sugianto (Aktivis HMI Sukabumi), Yosep Maulana (Aktivis Mahasiswa Palabuhanratu), dan M. Rafi Asyam (Tokoh Muda Sukabumi/Pemilik Media Bisnisnews.net).

Malam itu, agenda tunggal yang dibedah adalah dinamika panas di Badan Gizi Nasional (BGN). Kasus dugaan penyimpangan dan pencopotan tiga pimpinan BGN menjadi pemantik diskusi yang cair, namun tajam membedah dari sudut pandang seni, filsafat, ekonomi, hingga spiritual.

Seni Mengelola Luka dan Evaluasi yang Perih

Melihat sengkarut di BGN, forum sepakat bahwa hukum alam selalu melibatkan proses pembersihan yang menyakitkan. Secara estetika dan seni kehidupan, penggantian pimpinan ini adalah seni memotong bagian yang busuk demi menyelamatkan tubuh yang sehat. Perubahan ini adalah langkah evaluasi yang tak terhindarkan. Meski terasa perih dan pahit, langkah berani Presiden Prabowo Subianto dalam menegakkan hukum dan membersihkan oknum yang menyalahgunakan kekuasaan di BGN harus diapresiasi.

Kekuasaan yang menyeleweng di lembaga sepenting BGN bukan sekadar korupsi anggaran, melainkan pengkhianatan terhadap kemanusiaan.

Filsafat dan Ekonomi: Menjaga Mandat Sumitro, Soekarno, dan Hatta

Secara filosofis, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukanlah sekadar bagi-bagi logistik. Ini adalah manifestasi dari keadilan sosial yang paling dasar: hak untuk tidak kelaparan. Pemikiran ekonomi kerakyatan ini mengakar kuat pada cita-cita para pendiri bangsa, mulai dari Trisakti Soekarno, konsep koperasi Hatta, hingga strategi ekonomi dasar Sumitro Djojohadikusumo.

Ketika hak makan anak-anak sekolah, ibu hamil, dan bayi menyusui di pelosok desa dikorupsi, struktur ekonomi masa depan kita sedang dihancurkan dari dalam.

Penegakan hukum di BGN adalah alarm keras bagi seluruh jajaran dari pusat hingga daerah. Kebijakan ini harus menjadi momentum perbaikan tata kelola agar roda ekonomi lokal di pedesaan bergerak serentak lewat pasokan pangan lokal, bukan dikuasai segelintir makelar kekuasaan.

Dimensi Spiritual: Amanah Wali dan Doa Ibu Hamil

Diskusi mencapai titik paling hening saat menyentuh dimensi spiritual. Memberi makan anak-anak, bayi, dan ibu hamil adalah pekerjaan langit yang dimandatkan ke bumi. Ini adalah amanah para Aulia Allah dan leluhur bangsa yang menitipkan masa depan Indonesia.

Menyelewengkan dana MBG adalah bentuk kejahatan spiritual karena merebut hak hidup generasi emas yang suci. Pembersihan di tubuh BGN diyakini sebagai bentuk “pembersihan gaib” agar berkah dari doa-doa ibu hamil dan anak-anak yatim di seluruh pelosok kampung tidak terhalang oleh ketamakan manusia.

*Rapatkan Barisan: Kawal MBG demi Generasi Emas*

Dari bale-bale Sakawayana, Majelis Pencerahan menitipkan pesan kuat kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Kasus BGN tidak boleh membuat kita pesimis terhadap program MBG. Sebaliknya, ini adalah momentum bagi masyarakat, aktivis, media, dan pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan.

Kita harus bersama-sama memastikan program MBG berjalan bersih, presisi, dan berdampak langsung pada kemandirian ekonomi kelurahan hingga pedesaan.

Generasi emas masa depan tidak boleh lahir dari stunting akibat anggarannya dikorupsi. Mari kawal bersama, demi amanah para pendahulu dan hak masa depan anak-anak kita. (Rd Ratu Dinar Nusantara)***

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

PPJNA 98: Jangan Hitung “Jarak Tempuh” Prabowo, Hitung Dampak Diplomasi untuk Rakyat

Anto Kusumayuda Sebut Kunjungan Luar Negeri Presiden Adalah Strategi,...

Perda Miras Jangan Hanya Jadi Pajangan

Oleh: Dede Heri/Sekretaris Jenderal Rumah Literasi Merah PutihAquarium Jadi...

TORA untuk Rakyat, Bukan untuk Korporasi

Oleh: Dede Heri/Sekjen Rumah Literasi Merah PutihBisnisnews.net - Tanah...

Koordinator Demonstrasi Minta Maaf kepada Warga, Sebut Aksi 2.6.26 Bukti Solidaritas RT-RW Kota Sukabumi

Bisnisnews.net - Pasca berakhirnya Aksi 2626 yang digelar di...