Bisnisnews.net – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan dirinya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 masih bisa bertahan di level di atas 5%.
Optimisme itu, kata dia, tidak lepas dari peran paket stimulus pemerintah dan arus investasi yang mulai banyak terealisasi di berbagai sektor.
“(Pertumbuhan ekonomi kuartal II) di atas 5% masih. Kuartal II masih terkait dengan investasi, terkait dengan beberapa insentif yang didorong oleh pemerintah,” ucap Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu 29/7/2026.
Ia menambahkan, momentum pertumbuhan juga akan berlanjut ke kuartal III dan IV. Dua mesin utama yang akan menggerakkan ekonomi pada semester II adalah belanja pemerintah dan investasi.
“Ya, kuartal III dan IV tentu salah satu yang didorong adalah belanja pemerintah dan investasi,” jelas Airlangga.
Menurutnya, minat investor asing maupun domestik terhadap Indonesia masih kuat. Namun agar investasi bisa cepat jalan, pemerintah diminta memangkas birokrasi dan menyederhanakan perizinan.
“Investasi menjadi salah satu penggerak utama. Kalau izinnya dipermudah, realisasinya akan lebih cepat dan dampaknya langsung ke pertumbuhan,” ujarnya.
Senada, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa juga memproyeksikan ekonomi kuartal II 2026 tumbuh sekitar 5,4%.
“Mungkin triwulan kedua 5,4% sampai 5 poin sekian. Yang saya tahu, yakin, semester kedua, triwulan ketiga, triwulan keempat akan tumbuh lebih cepat lagi,” kata Purbaya, Jakarta Pusat, Kamis 23/7/2026.
Purbaya menilai kunci akselerasi di paruh kedua tahun adalah menjaga likuiditas. Dengan uang yang cukup beredar di sistem, konsumsi masyarakat dan kegiatan usaha bisa terdorong.
“Karena cukup kita pastikan cukup uang di sistem perekonomian untuk mendorong ekonomi,” tegasnya.
Dengan kombinasi insentif fiskal, percepatan belanja, dan realisasi investasi, pemerintah berharap ekonomi Indonesia tetap ekspansif sepanjang 2026. Targetnya, pertumbuhan tidak hanya terjaga, tapi juga berkualitas dan merata.***
Editor : M. Nabil
(Aab)