Hampir 27 Tahun di Arab Saudi, PMI Asal Sukabumi Tak Pernah Terima Gaji

Date:

Bisnisnews.net – Tangis dan harapan keluarga masih menyertai perjuangan memulangkan Beti Sri Wahyuni (49), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sukabumi yang hingga kini masih berada di Arab Saudi.

Beti meninggalkan kampung halamannya di Kampung Lebaksiuh, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, sejak Desember 1999. Hampir 27 tahun berlalu, perempuan tersebut belum juga kembali ke Indonesia.

Selama berada di Riyadh, Beti bekerja sebagai pekerja rumah tangga. Namun, menurut keluarganya, hak Beti sebagai pekerja tidak sepenuhnya terpenuhi karena hampir sepanjang masa kerjanya ia tidak memperoleh gaji.

Kakak Beti, Lukas (58), mengatakan adiknya hanya pernah menerima upah selama satu bulan. Gaji tersebut kemudian kembali diambil oleh majikannya.

“Waktu itu, ini cerita dari adik saya itu, dia meminta gaji, dulu pernah dia diberi gaji itu cuman 1 bulan, itu pun dipinjam lagi, diambil lagi. Sampai sekarang tidak menerima lagi,” ujar Lukas saat ditemui di Kecamatan Kadudampit, Selasa (22/9/2026).

Menurut Lukas, selama bekerja Beti memang mendapatkan makanan dan tempat tinggal dari majikannya. Namun, ia tidak mendapatkan penghasilan sebagaimana mestinya dan disebut tidak dapat pulang ke tanah air.

Bertahun-tahun Tanpa Kabar

Persoalan lain yang membuat keluarga semakin cemas adalah terputusnya komunikasi dengan Beti.

Setelah berangkat ke Arab Saudi, keluarga tidak mendapatkan kabar dalam waktu yang panjang. Kondisi tersebut bahkan membuat keluarga pada 2010 menduga Beti telah meninggal dunia.

“Jadi keluarga sempat mengira sudah meninggal. Sudah tidak ada harap-harapan lagi gitu,” kata Lukas.

Kabar mengenai Beti baru kembali diketahui keluarga pada 2023. Keberadaannya terungkap setelah informasi tentang Beti muncul melalui media sosial Facebook yang diunggah seorang PMI.

Sejak saat itu, keluarga akhirnya kembali berkomunikasi dengan Beti. Meski demikian, komunikasi tidak dapat dilakukan secara leluasa.

Beti diketahui tidak menggunakan telepon seluler miliknya sendiri. Ia berkomunikasi dengan keluarga menggunakan handphone milik temannya yang berasal dari Filipina dan bekerja di tempat yang sama.

“Iya, terakhir komunikasi sama Beti kemarin malam Selasa itu. Dia pakai HP temannya orang Filipina,” ungkap Lukas.

Keluarga Tempuh Berbagai Upaya

Setelah kembali mengetahui keberadaan Beti, keluarga berusaha mencari jalan untuk membawanya pulang ke Sukabumi.

Keluarga telah berkoordinasi dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI). Mereka juga memantau proses penanganan melalui Perwakilan Republik Indonesia di KBRI Riyadh.

Selain itu, pihak keluarga mengaku telah berusaha meminta pertanggungjawaban dari perusahaan yang sebelumnya menjadi penyalur keberangkatan Beti ke Arab Saudi.

“Saya juga pernah meminta pertanggungjawaban kepada PT Arsina,” ujar Lukas.

Upaya pemulangan Beti hingga kini masih menghadapi kendala. Salah satunya berkaitan dengan pihak majikan di Arab Saudi yang diharapkan dapat memberikan kelonggaran dan bekerja sama dalam proses kepulangan.

Setelah puluhan tahun berada di negeri orang, keluarga berharap Beti dapat segera kembali ke Indonesia dan berkumpul dengan keluarganya.

“Keinginan keluarga berharap kepada semua pihak untuk membantu, tolonglah untuk pemulangan adik saya. Karena dia sudah terlalu lama bekerja, diam di rumah orang. Kami sangat-sangat berharap dia dipulangkan secepatnya,” pungkasnya.***(RAF)

Editor: M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemkot Sukabumi Satukan Data Pemerintahan Lewat Sukabumi Smart AI

Bisnisnews.net - Pemerintah Kota Sukabumi mulai mengembangkan sistem berbasis...

Pemkot Sukabumi Bidik Rp16 Miliar Penghimpunan ZIS

Bisnisnews.net - Pemerintah Kota Sukabumi mendorong peningkatan penghimpunan zakat,...

DPR Sahkan RUU Reforma Agraria Jadi Undang-Undang

Bisnisnews.net - DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang...

Deputi Tekankan Komitmen dan Sinergitas dalam Percepatan Penurunan Stunting

Bisnisnews.net – Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan...