Bisnisnews.net – Data desil penerima bantuan pemerintah di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dinilai kacau balau. Akibatnya, warga miskin terancam tak bisa berobat dan kehilangan bansos.
Hal itu terungkap dalam audiensi Forum Masyarakat Miskin bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi di ruang Banmus DPRD, Selasa (22/9/2026).
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, mengaku kaget dengan temuan di lapangan. Warga yang seharusnya masuk kategori miskin ekstrem justru tercatat sebagai keluarga mampu.
“Kasusnya nyata. Ada warga menderita tumor, tidak bisa bekerja dan harus dioperasi, tapi masuk desil 9. Ada penyandang disabilitas juga masuk desil 9. Buruh bangunan tercatat sebagai sopir gudang,” ungkap Ferry.
Menurutnya, kenaikan peringkat desil saat ini tidak mencerminkan kondisi riil ekonomi warga.
Dampaknya sangat serius. Warga yang salah desil otomatis kehilangan BPJS PBI gratis, PIP, KIP, PKH, dan bantuan sembako.
Ferry menegaskan, dalam jangka pendek pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit agar tetap melayani warga terdampak.
“Rumah sakit tidak boleh menolak. Mereka wajib menerima. Tadi rumah sakit sudah menyatakan siap melayani untuk penyelamatan,” tegasnya.
Untuk perbaikan data, Komisi IV akan memanggil ulang Kepala Dinas Sosial, Dinas terkait, dan Kepala BPS Kabupaten Sukabumi, karena pada audiensi kemarin tidak hadir pejabat definitif.
“Kami butuh solusi konkret perbaikan data, bukan hanya penjelasan staf. Ini menyangkut hak dasar masyarakat,” pungkasnya.***
Editor: M. Nabil
(Aab)