Bisnisnews.net || Suasana khidmat menyelimuti peringatan Nuzulul Qur’an yang digelar di Masjid Agung Kota Sukabumi pada Jumat (6/3/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, jajaran perangkat daerah, tokoh agama, serta masyarakat yang datang untuk memperingati turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menyampaikan bahwa malam 17 Ramadan memiliki makna yang sangat istimewa bagi umat Islam karena menjadi momentum diturunkannya Al-Qur’an.
“Malam ini merupakan malam yang luar biasa, malam diturunkannya Al-Qur’an. Pada tanggal 17 Ramadan berdasarkan penanggalan hijriyah atau qomariyah, yang berbeda dengan penanggalan syamsiah atau masehi. Malam ini adalah malam kemuliaan bagi umat Islam,” ujarnya.
Ayep Zaki juga mengaitkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dengan tanggung jawab kepemimpinan di pemerintahan. Ia mengibaratkan hubungan pemimpin dan aparatur seperti imam dan makmum dalam salat berjamaah yang harus memiliki kesamaan komitmen dalam menjalankan kewajiban.
“Saya memiliki jabatan konstitusional yang mengacu kepada undang-undang. Mirip seperti tadi kita salat berjamaah, ada imam dan ada makmum. Imam harus memiliki wudhu, begitu juga makmum. Kalau saya sebagai pemimpin ingin jujur dan amanah, maka seluruh perangkat daerah juga harus jujur dan amanah,” tegasnya.
Ia berharap seluruh aparatur Pemerintah Kota Sukabumi dapat bekerja dengan semangat kebersamaan sebagaimana kebersamaan dalam ibadah berjamaah.
“Saya ingin berjamaahnya Pemerintah Kota sama baiknya seperti tadi kita melaksanakan salat Isya dan Tarawih. Berikan contoh kepada masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, Ayep Zaki mengajak semua pihak untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai dorongan dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi Kota Sukabumi.
“Kalau niat ingin hijrah, maka kita akan mendapatkan rido-Nya. Kota Sukabumi harus berhijrah dari kemiskinan menjadi sejahtera, dari pengangguran yang tinggi menjadi rendah, dari stunting 19 persen menjadi nol persen,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program pembangunan sangat ditentukan oleh kinerja perangkat daerah sebagai pelaksana kebijakan pemerintah.
“Negara telah memberikan fasilitas dan meminta kita untuk menyejahterakan Kota Sukabumi. Jika kita tidak menjalankan itu, maka sama seperti salat yang tidak sah atau batal,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : M. Nabil