Bisnisnews.net – Rata-rata harga bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Sukabumi pada Senin, 22 Juni 2026, terpantau relatif stabil. Berdasarkan hasil pemantauan di 12 pasar tradisional yang dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, sebagian besar komoditas tidak mengalami perubahan harga yang signifikan, sementara beberapa komoditas strategis justru menunjukkan tren penurunan.
Kondisi ini sejalan dengan pemantauan harga pangan yang menunjukkan stabilitas pasokan dan harga di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Untuk kelompok bahan pangan pokok, harga beras medium tercatat Rp13.317 per kilogram dan beras premium Rp14.336 per kilogram.
Gula pasir berada di angka Rp18.083 per kilogram, sedangkan minyak goreng curah dijual Rp21.267 per kilogram dan Minyakita Rp23.278 per liter. Pada komoditas protein hewani, harga daging sapi paha belakang berada di kisaran Rp143.500 per kilogram.
Daging ayam broiler dijual Rp37.333 per kilogram, turun Rp167 dibandingkan pemantauan sebelumnya. Sementara itu, telur ayam broiler stabil di harga Rp28.167 per kilogram.
Dari sektor perikanan, harga ikan kembung tercatat Rp49.000 per kilogram, ikan tongkol Rp42.000 per kilogram, dan ikan mas Rp33.583 per kilogram. Seluruh komoditas ikan tersebut terpantau stabil tanpa perubahan harga. Sementara itu, sejumlah komoditas hortikultura mengalami penurunan harga.
Cabai rawit merah turun Rp2.917 menjadi Rp65.833 per kilogram, sedangkan cabai merah besar turun Rp3.000 menjadi Rp54.667 per kilogram. Bawang merah juga mengalami penurunan sebesar Rp916 menjadi Rp43.667 per kilogram.
Adapun bawang putih honan tetap stabil di harga Rp37.600 per kilogram. Komoditas lainnya seperti tepung terigu, kentang, dan mi instan tidak mengalami perubahan harga.
Tepung terigu tercatat Rp13.778 per kilogram, kentang Rp16.833 per kilogram, dan mi instan Rp3.000 per bungkus. Secara umum, kondisi harga kebutuhan pokok di Kabupaten Sukabumi masih terkendali dengan pasokan yang relatif aman.
Penurunan harga pada beberapa komoditas, terutama cabai dan bawang merah, diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas inflasi daerah.***
Editor : M. Nabil
(IFU)