Puan Maharani Soroti Lonjakan Harga Plastik, Dorong UMKM Beralih ke Kemasan Organik

Date:

Bisnisnews.net || Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti kenaikan harga plastik yang melonjak hingga 30 sampai 80 persen per April 2026. Ia menilai kondisi ini harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mendorong peralihan ke kemasan berbahan organik yang lebih ramah lingkungan.

Menurut Puan, lonjakan harga tersebut dipicu oleh terganggunya rantai pasok global sekaligus memperlihatkan tingginya ketergantungan industri dalam negeri terhadap bahan baku impor yang mencapai sekitar 60 persen. Hal ini dinilai perlu segera diantisipasi dengan mencari alternatif lokal yang lebih berkelanjutan.

“Meskipun plastik dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari karena kepraktisannya, kita ketahui bersama beban ekologinya sangat tinggi. Maka kenaikan harga plastik bisa menjadi momentum untuk kita beralih ke ekonomi hijau,” kata Puan, Kamis (16/4/2026).

Ia memberikan perhatian khusus pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama di sektor makanan dan minuman yang terdampak langsung oleh kenaikan harga kemasan plastik.

“Harga plastik yang melonjak hingga berkali-kali lipat dan pasokan mulai sulit diperoleh menyebabkan pelaku usaha kecil yang selama ini bekerja dengan keuntungan terbatas semakin kesulitan dari sisi ekonomi,” ujarnya.

Sebagai solusi, Puan mendorong penggunaan kembali kemasan berbasis kearifan lokal seperti daun pisang dan daun jati yang selama ini telah digunakan dalam tradisi kuliner Nusantara.

“Di pendahulu kita dulu, penggunaan kemasan dari bahan alami seperti daun menjadi alternatif utama. Pedagang makanan atau pangan bisa kembali memanfaatkan kemasan ramah lingkungan seperti itu,” tuturnya.

Ia menilai, selain lebih ekonomis, kemasan organik juga mampu meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen.

“Dengan memakai kemasan dari bahan organik, pelaku usaha tak hanya bisa menghindari tekanan ekonomi karena tingginya bahan baku dari impor, tapi juga bisa menambah nilai jual,” ungkapnya.

“Termasuk dari segi keunikannya yang buat beberapa kalangan masyarakat bisa menjadi daya tarik untuk membeli,” sambungnya.

Lebih lanjut, Puan menegaskan bahwa penggunaan kemasan alami merupakan bagian dari inovasi ekonomi kreatif yang perlu didukung oleh pemerintah.

“Kemasan organik yang sarat terhadap kearifan lokal juga merupakan inovasi ekonomi kreatif. Selain mendukung warisan budaya Indonesia, kita juga turut mengkampanyekan gerakan ramah lingkungan,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mulai mengubah kebiasaan dalam penggunaan plastik, dimulai dari hal sederhana di lingkungan sekitar.

“Jadi semangat kita di sini adalah, selagi harga plastik sedang tinggi harganya, kita bisa mencari alternatif penggunaan kemasan lain, yang sekaligus mengurangi sampah plastik,” ujarnya.

“Mungkin bisa dimulai dari rumah makan untuk tidak memakai wadah plastik sekali pakai saat menyajikan makanan dan minuman untuk pembelian makan di tempat,” lanjutnya.

Puan juga meminta pemerintah melalui kementerian terkait untuk memperkuat kolaborasi dalam menyiapkan regulasi serta dukungan terhadap transisi penggunaan kemasan ramah lingkungan.

“Dan tentunya memang harus ada dukungan juga bagi Pemerintah untuk transisi penggantian kemasan dari bahan plastik ke kemasan berbahan alami,” ucapnya.

“Pada dasarnya masyarakat akan menyesuaikan kebiasaan yang ada. Apabila sistemnya mendukung, saya yakin bukan tidak mungkin bahan organik bisa menggantikan kemasan plastik sekali pakai,” tambahnya.

Ia menegaskan, DPR RI akan terus mengawal proses tersebut agar berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Pemerintah perlu memberikan support dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhadap alternatif kemasan, khususnya bagi para pelaku usaha dan konsumen. Kami di DPR akan ikut melakukan pengawasan sesuai tugas dan kewenangan dewan,” tutupnya.***

Editor : M. Nabil

(IFU)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Lanjutkan Estafeta Kepemimpinan, PWI Kabupaten Sukabumi Koordinasi ke PWI Jabar Jelang Konferensi

Bisnisnews.net || Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi mulai...

Syukur dan Optimisme Atas Diplomasi Strategis Presiden Prabowo Subianto

Oleh : Anto Kusumayuda (Ketum PPJNA 98) dan Aam...

Pembangunan Jembatan di Cibeureum Ditunda, Pemkot Prioritaskan Infrastruktur Dasar

Bisnisnews.net || Rencana pembangunan jembatan di Kecamatan Cibeureum, Kota...

Pemkot Sukabumi Siapkan Revisi RTRW, Arahkan Perluasan Ruang Investasi

Bisnisnews.net || Pemerintah Kota Sukabumi tengah mematangkan langkah untuk...