Bisnisnews.net– Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi terus memperkuat upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan yang sehat, bergizi, dan beragam. Salah satunya melalui peluncuran program SAHABAT B2SA (Sekolah Hebat dengan Budidaya Aneka Tanaman Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) yang digelar di SMAN 1 Cikembar, Rabu (3/6/2026).
Program tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mengenalkan pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) kepada generasi muda sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekolah yang tersedia.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot Sugiharto, melalui Kepala Bidang Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat, Mirna Puspitasari, mengatakan bahwa SAHABAT B2SA hadir sebagai sarana pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan, ketahanan pangan, dan pembentukan karakter siswa.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini. Oleh karena itu, program ini dirancang agar peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengelola dan memanfaatkan sumber pangan lokal.
“Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk lebih memahami pentingnya pangan sehat dan bergizi. Selain itu, mereka juga dapat mengembangkan keterampilan bercocok tanam serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar,” ujar Mirna.
Dalam implementasinya, para siswa akan memanfaatkan area kosong di lingkungan sekolah untuk ditanami berbagai komoditas pangan, mulai dari sayuran, tanaman hortikultura, hingga buah-buahan. Hasil budidaya tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan sehat di lingkungan sekolah.
Program SAHABAT B2SA juga melibatkan berbagai pihak, termasuk sekolah dan stakeholder terkait, guna memperkuat sinergi dalam mendukung ketahanan pangan serta peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Melalui program ini, DKP Kabupaten Sukabumi berharap sekolah dapat menjadi contoh dalam penerapan pola konsumsi pangan yang sehat dan berkelanjutan. Selain menciptakan lingkungan belajar yang produktif, kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang peduli terhadap kesehatan, lingkungan, dan ketahanan pangan di masa depan.***
Editor : M. Nabil
(IFU)