Bisnisnews.net || Fasilitas toilet umum di kawasan Pasar Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi, menjadi salah satu contoh usaha berbasis aset desa yang mampu bertahan dan berkembang.
Toilet tersebut merupakan milik Pemerintah Desa Sirnaresmi yang mulai dioperasikan sejak 2002. Pengelolaannya saat ini dipercayakan kepada Mamat Rahmat (46) atau Ule, bersama istrinya, Ulan (45), yang telah mengelola selama empat tahun terakhir.
Dalam pengelolaannya, fasilitas ini disewakan dengan sistem kontrak tahunan sebesar Rp7 juta. Terdapat tiga ruangan yang dimanfaatkan secara fungsional, yakni satu ruangan untuk warung kopi, satu ruangan toilet, dan satu ruangan mushola.
Pembagian ruang tersebut dinilai efektif karena tidak hanya menyediakan layanan sanitasi, tetapi juga menghadirkan ruang usaha tambahan bagi pengelola serta kenyamanan bagi pengunjung pasar.
“Perawatan menjadi tanggung jawab pengontrak, termasuk perbaikan ringan seperti kebocoran atap serta menjaga kebersihan dengan menyapu dan mengepel,” ujar Mamat Rahmat.
Fasilitas ini beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, menyesuaikan dengan aktivitas Pasar Desa Sirnaresmi yang menjadi pusat pergerakan ekonomi warga.
Dari usaha tersebut, pengelola mencatat omzet harian rata-rata mencapai Rp300 ribu. Angka ini menunjukkan bahwa usaha toilet umum memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan.
Selain berfungsi sebagai fasilitas publik, keberadaan toilet ini juga membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar. Kehadiran warung kopi di dalamnya turut menambah nilai ekonomi dari pengelolaan aset desa tersebut.
Dengan sistem kontrak yang jelas dan biaya yang relatif terjangkau, model pengelolaan ini dinilai dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam mengoptimalkan aset untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.***
Editor : M. Nabil
(DH/IM)