Video Bocah Hirup Uap Bensin Viral, Pemkot Sukabumi Lakukan Pendampingan Intensif

Date:

Bisnisnews.net – Rekaman video yang memperlihatkan seorang anak perempuan menghirup uap bensin dari tangki sepeda motor di Kota Sukabumi ramai beredar di media sosial. Peristiwa tersebut mengundang keprihatinan publik setelah diketahui anak tersebut masih berusia 11 tahun.

Anak berinisial H, warga Kecamatan Cikole, kini mendapat pendampingan dari Pemerintah Kota Sukabumi. Berdasarkan penelusuran Dinas Sosial (Dinsos), kebiasaan menghirup uap bensin diduga berkaitan dengan trauma yang dialami H setelah kehilangan kedua orang tuanya.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Sukabumi, Lulis Delawati, mengatakan pihaknya langsung mendatangi rumah H untuk melakukan asesmen awal sekaligus berkoordinasi dengan keluarga terkait kondisi anak tersebut.

“Dari informasi yang kami peroleh, perilaku ini mulai muncul sekitar satu tahun lalu setelah ayahnya meninggal dunia. Kami masih mendalami berbagai faktor yang menyebabkan anak mengalami ketergantungan terhadap uap bensin,” kata Lulis, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, menghirup uap bensin secara berulang dapat menimbulkan efek ketergantungan dan berdampak pada kondisi mental maupun perilaku seseorang. Karena itu, penanganan yang diberikan tidak cukup hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga harus melibatkan pendampingan psikologis dan sosial.

Sebagai langkah awal, Dinsos Kota Sukabumi telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Tim dari UPTD Griya Harapan Difabel (GHD) Cimahi pun telah melakukan asesmen terhadap kondisi H.

Namun, hasil asesmen menunjukkan H belum dapat menjalani rehabilitasi di panti sosial karena kondisi emosionalnya masih labil dan memerlukan penanganan khusus.

“Anak ini masih membutuhkan pendampingan yang lebih intensif. Jika langsung ditempatkan di panti, dikhawatirkan justru menimbulkan risiko bagi penerima manfaat lainnya,” jelasnya.

Di saat yang sama, Dinsos juga menggandeng Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Sukabumi dan RSUD Syamsudin SH untuk memastikan kondisi kesehatan H. Pemeriksaan awal menunjukkan kondisi fisik dan fungsi pendengarannya masih dalam kondisi baik.

Meski demikian, pemerintah memprioritaskan penanganan terhadap ketergantungan zat inhalan yang dialami H. Salah satu opsi yang sedang dipersiapkan adalah merujuk H ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua untuk mendapatkan terapi medis dan pendampingan kesehatan mental sebelum mengikuti rehabilitasi sosial.

Lulis menegaskan, proses pemulihan H membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, pekerja sosial, hingga masyarakat sekitar agar anak dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menghakimi maupun menyebarluaskan identitas anak, melainkan memberikan dukungan agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik. Perlindungan terhadap anak, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Korban Kebakaran di Wangunreja Sukabumi Kini Tempati Rumah Baru

Bisnisnews.net – Harapan baru datang untuk Nia Kurniasih (59),...

Kantor Pertanahan Gandeng Banser untuk Percepat Pendataan Tanah Wakaf di Sukabumi

Bisnisnews.net – Upaya menertibkan data tanah wakaf di Kabupaten...

Jalan Cibencoy–Gunung Guruh Ditingkatkan, DPU Sukabumi Gandeng CV Agung Jaya Abadi

Bisnisnews.net — Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus melakukan pembenahan infrastruktur...

Semarak HUT ke-81 RI, Ribuan Warga Cikembar Tumpah Ruah Ikuti Jalan Santai

Bisnisnews.net — Suasana semarak mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun...