Kembali ke Fitrah Pendidikan, Belajar dari Kejayaan Baitul Hikmah

Date:

Oleh: Yosep Maulana
(Mahasiswa STKIP Bina Mutiara Sukabumi)

Bisnisnews.net || Bel sekolah kembali berdentang di seluruh penjuru negeri. Usai merayakan kemenangan Idulfitri 1447 H, jutaan siswa dan pendidik memulai langkah perdana mereka dalam aktivitas belajar mengajar. Namun, momen kembali ke sekolah kali ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah seruan untuk kembali ke “fitrah pendidikan”: mengedepankan intelektualitas demi kemajuan bangsa. Sabtu 28 Maret 2026.

Mengapa Harus Refleksi Sekarang?

Pertanyaan besarnya adalah: Mengapa kita perlu menoleh ke belakang, tepatnya ke masa Dinasti Abbasiyah? Jawabannya jelas. Idulfitri adalah tentang kembali ke kesucian, dan dalam konteks pendidikan, kesucian itu berarti dedikasi tanpa batas terhadap ilmu pengetahuan.

Beberapa abad silam, di bawah kepemimpinan Khalifah Harun ar-Rasyid (786–809 M) dan Al-Ma’mun, dunia menyaksikan betapa peradaban bisa mencapai puncak keemasannya ketika ilmu pengetahuan dijadikan panglima. Melalui Baitul Hikmah (Rumah Kebijaksanaan), Baghdad bukan hanya menjadi pusat pemerintahan, melainkan perpustakaan dan pusat penerjemahan terbesar di dunia yang menyatukan pemikiran klasik asing ke dalam bahasa Arab.

Jejak Intelektual yang Terlupakan

Kita harus merefleksikan bagaimana tokoh-tokoh besar lahir dari ekosistem pendidikan yang stabil saat itu:
1. Al-Khawarizmi yang meletakkan dasar matematika modern (Aljabar).
2. Ibnu Sina yang karyanya menjadi standar kedokteran dunia.
3. Al-Kindi dan Ar-Razi yang memadukan filsafat serta kimia dalam kemajuan peradaban.

Kejayaan ini membuktikan bahwa kemakmuran ekonomi dan stabilitas sebuah negara (seperti Baghdad kala itu) berbanding lurus dengan kualitas literasi dan risetnya.

Menuju Fitrah Pendidikan Nasional

Bagaimana kita menerapkannya di ruang kelas hari ini? Senin ini harus menjadi titik tolak bagi para pendidik dan siswa untuk tidak sekadar mengejar nilai di atas kertas. Kita perlu menghidupkan kembali semangat “Baitul Hikmah” di sekolah-sekolah kita sebuah ruang di mana rasa ingin tahu dihargai dan karya ilmiah dilahirkan.

Mengedepankan intelektual adalah cara terbaik untuk menghargai makna “Fitrah” setelah sebulan penuh berpuasa. Jika Dinasti Abbasiyah mampu menyinari dunia dari kegelapan melalui buku dan pena, maka Indonesia pun memiliki peluang yang sama jika kita serius memuliakan ilmu pengetahuan mulai hari ini.***

Editor : M. Nabil

(YM)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Program 12 PAS Kembali Bergulir, Pemkot Sukabumi Salurkan Bantuan dan Dukung Pelaku UMKM

Bisnisnews.net - Pemerintah Kota Sukabumi kembali melaksanakan program Ayeuna...

PWI Soroti Penahanan Jurnalis RI di Misi Global Sumud Flotilla, Minta Perlindungan Diperkuat

Bisnisnews.net – Penahanan rombongan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla...

DPMD Kabupaten Sukabumi Perkuat Sinergi Desa dan Kecamatan untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Bisnisnews.net – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten...

Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah Naik, Berikut Update Harga Bahan Pokok di Kabupaten Sukabumi

Bisnisnews.net – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perdagangan dan...