Bisnisnews.net – Persiapan penanaman bawang putih dalam rangka mendukung program swasembada pangan di Kota Sukabumi terus dikebut. Polres Sukabumi Kota bersama instansi terkait memastikan seluruh kebutuhan penanaman yang dijadwalkan berlangsung 19 Agustus 2026 telah dipersiapkan.
Salah satu kesiapan yang menjadi perhatian adalah lahan garapan Kelompok Tani Harejo Sukabumi. Area seluas sekitar satu hektare tersebut akan digunakan sebagai lokasi penanaman bawang putih secara serentak.
Untuk menunjang kegiatan itu, sebanyak 725 kilogram bibit bawang putih telah disediakan melalui kolaborasi Polres Sukabumi Kota dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi.
Tidak berhenti pada penyediaan sarana produksi, petani juga mendapatkan pendampingan dari kepolisian bersama DKP3 Kota dan Kabupaten Sukabumi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lahan maupun kesiapan kelompok tani sudah sesuai sebelum proses penanaman dimulai.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari keterlibatan kepolisian dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang ketahanan pangan.
“Kami bersama DKP3 dan kelompok tani terus melakukan koordinasi dan pendampingan, mulai dari kesiapan lahan, bibit hingga pelaksanaan penanaman. Harapannya seluruh proses dapat berjalan optimal dan memberikan hasil yang baik,” ujar Sentot, Selasa (18/8/2026).
Ia menambahkan, pendampingan akan terus dilakukan setelah kegiatan penanaman. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan dari jumlah lahan dan bibit yang ditanam, tetapi juga bagaimana proses budidayanya dapat berjalan hingga menghasilkan panen.
“Kami ingin memastikan program ini tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi juga mendapat pendampingan dan pengawasan sampai dengan tahap berikutnya. Ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya bawang putih di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota,” pungkasnya.
Dengan keterlibatan lintas sektor tersebut, budidaya bawang putih diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan penanaman serentak, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari upaya berkelanjutan memperkuat produksi pangan di Sukabumi.***(RAF)
Editor : M. Nabil