Tanah Bergerak di Bantargadung Sukabumi, 90 Rumah Rusak dan Ratusan Warga Mengungsi

Date:

Bisnisnews.net || Bencana pergerakan tanah melanda Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Dampaknya, sebanyak 90 rumah mengalami kerusakan dan 112 kepala keluarga (KK) atau 355 jiwa terpaksa meninggalkan hunian mereka untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung, Sihab, menjelaskan bahwa laporan awal diterima pada 23 Februari 2026 melalui grup WhatsApp tingkat kecamatan. Informasi tersebut menyebutkan adanya dugaan pergeseran tanah di wilayah itu.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Sihab bersama Kasi Trantib langsung turun ke lokasi. “Saat pengecekan pertama, kondisi retakan tanah masih seperti sebelumnya dan belum terlihat adanya pergerakan signifikan,” ujarnya, Selasa (3/3/2026)

Meski demikian, pemantauan terus dilakukan dengan meminta laporan rutin dari pihak RT setempat. Perubahan mulai tampak saat pengecekan ulang pada Selasa dan Rabu. Retakan melebar dan struktur bangunan mulai menunjukkan tanda-tanda pergeseran.

Kondisi semakin memburuk pada Jumat, ketika sejumlah tiang rumah terlihat miring. Puncaknya terjadi pada Sabtu malam, saat beberapa bangunan ambruk akibat pergerakan tanah yang semakin masif.

Warga pun melakukan evakuasi secara mandiri pada Sabtu pagi. Sebagian mengungsi ke rumah kerabat, sementara lainnya bertahan di sekitar lokasi terdampak. Pemerintah kecamatan segera berkoordinasi dengan unsur Forkopimcam dan BPBD Kabupaten Sukabumi untuk penanganan darurat.

Sebanyak 10 tenda bantuan dikirim ke lokasi. Enam tenda awalnya didirikan di halaman masjid setempat untuk menampung warga yang rumahnya rusak berat. Sekitar 100 jiwa tercatat mengungsi pada malam Minggu.

Namun, karena pergerakan tanah kembali terjadi pada malam tersebut, warga meminta tenda dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Pada Minggu, sembilan tenda direlokasi ke area samping Puskesmas Bantargadung. Dinas Sosial kemudian menambah dua tenda lagi untuk menampung seluruh warga terdampak.

“Kini sudah tidak ada warga yang bertahan di rumah. Semua mengungsi di tenda. Total terdampak 90 rumah, 112 KK, 355 jiwa. Syukurlah tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” kata Sihab.

Sementara itu, salah seorang warga, Yusuf (56), mengaku detik-detik ambruknya bangunan terdengar sangat keras. “Sekitar jam enam Magrib, suaranya seperti ledakan. Bangunannya masih baru, jadi kami kaget sekali,” ucapnya.

Ia menyebutkan hingga saat ini tanah masih terus bergerak dan beberapa bangunan tambahan kembali roboh. “Sekarang kondisinya sudah hancur dan kosong, semua warga sudah pindah. Kami benar-benar takut karena hari ini pun masih ada yang rubuh,” tuturnya.

Hingga kini, aparat kecamatan bersama BPBD Kabupaten Sukabumi terus memantau perkembangan situasi di lokasi untuk mengantisipasi potensi pergerakan lanjutan.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kejari Sukabumi Musnahkan Barang Bukti 116 Perkara Maret–Juni 2026

Bisnisnews.net – Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi merilis daftar dan...

Usulan Nama Tatar Sunda Menguat, DPRD Jabar Siap Bawa ke Tahap Legislasi

Bisnisnews.net - Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi...

Inflasi Jawa Barat Naik 3,08 Persen pada Juni 2026, Harga Pangan dan BBM Jadi Pemicu

Bisnisnews.net - Laju inflasi di Provinsi Jawa Barat pada...

Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat

Bisnisnews.net – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya...