Bisnisnews.net – Di usia 81 tahun Indonesia, makna kemerdekaan digaungkan kembali oleh Plt Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Endang Suherman. Menurutnya, merdeka bukan hanya bebas dari penjajah, tapi juga bebas dari kerusakan lingkungan.
Endang menyebut, peringatan HUT RI tahun 2026 harus menjadi titik tolak untuk memperkuat gerakan cinta lingkungan.
“Kita ingin bumi Sukabumi tetap hijau, bersih, dan bisa diwariskan ke anak cucu kita nanti,” katanya.
Ia menilai, kemajuan pembangunan akan sia-sia jika dibayar mahal dengan rusaknya alam.
Air bersih, udara sehat, dan alam yang terjaga disebutnya sebagai hak dasar masyarakat yang harus dilindungi.
“Merdeka bukan hanya tentang kebebasan, tetapi juga tentang tanggung jawab menjaga bumi tempat kita berpijak,” tegas Endang.
DLH menekankan, tanggung jawab itu tidak bisa diserahkan sepenuhnya ke pemerintah. Warga punya peran besar.
Tindakan nyata yang bisa dimulai dari rumah, seperti mengurangi plastik sekali pakai, memilah sampah, dan menanam pohon di halaman.
“Kebiasaan sederhana tapi dilakukan terus-menerus akan menyelamatkan lingkungan kita,” jelas Endang.
Ia juga mengingatkan agar semangat 17 Agustus tidak berhenti di lapangan upacara.
Nilai perjuangan para pahlawan harus dilanjutkan dengan menjaga kelestarian alam agar generasi penerus tidak kehilangan warisan terbaik bangsa.
“Kemerdekaan sejati adalah saat generasi mendatang masih dapat menikmati udara segar, air bersih, dan alam yang lestari,” ujarnya.
Endang khawatir, jika abai terhadap lingkungan, maka yang terjadi justru “penjajahan” baru berupa bencana ekologi.
Banjir, tanah longsor, dan krisis air bersih adalah contoh nyata dampak kerusakan lingkungan yang sudah dirasakan.
Karena itu, DLH Sukabumi akan terus menggencarkan edukasi dan program lingkungan hingga ke tingkat RT dan sekolah.
Momentum HUT ke-81 RI diharapkan tidak hanya diisi lomba dan karnaval, tapi juga aksi nyata menjaga bumi.
“Menjaga lingkungan adalah bentuk lain dari mengisi kemerdekaan. Mari kita mulai dari diri sendiri,” pungkas Endang.***
Editor : M. Nabil
(Aab)