Awal Tahun 2026, Kasus DBD di Kota Sukabumi Menurun Dibanding Dua Tahun Terakhir

Date:

Bisnisnews.net || Perkembangan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Sukabumi pada Januari 2026 menunjukkan kabar positif. Jumlah penderita tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2024 maupun 2025.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, menyampaikan bahwa selama Januari terdapat 54 kasus DBD yang tersebar di berbagai wilayah, tanpa adanya korban meninggal dunia.

“Pada Januari tercatat 54 kasus dan tidak ada kematian,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Jika dibandingkan dengan tahun 2025, angka tersebut tergolong menurun. Sepanjang 2025, total kasus DBD mencapai 1.017 dengan satu kasus meninggal dunia. Rata-rata kasus per bulan saat itu berkisar 84 kasus.

Meski tren menurun, Denna menegaskan bahwa kewaspadaan tetap harus dijaga. Data Januari menunjukkan anak-anak masih menjadi kelompok yang rentan terpapar DBD. Oleh karena itu, ia mendorong keterlibatan aktif orang tua serta pihak sekolah dalam upaya pencegahan.

Menurutnya, langkah paling efektif untuk menekan kasus DBD adalah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus, yakni menguras dan menutup tempat penampungan air serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

“Upaya pencegahan harus dilakukan bersama, tidak hanya di rumah tetapi juga di sekolah. PSN dengan 3M Plus yang dilakukan rutin seminggu sekali adalah cara paling efektif dan murah. Fogging hanya dilakukan jika memang diperlukan dan menjadi pilihan terakhir,” jelasnya.

Selain kampanye 3M Plus, Dinas Kesehatan juga menggulirkan Gerakan 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Program ini mendorong setiap keluarga memiliki anggota yang bertugas memeriksa keberadaan jentik nyamuk secara berkala.

Gerakan tersebut juga diterapkan di lingkungan perkantoran.
Dari total 54 kasus yang tercatat, penyebarannya menjangkau 33 kelurahan.

Kelurahan Cisarua menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi sebanyak tujuh kasus, diikuti Karang Tengah dan Baros masing-masing enam kasus. Sementara itu, terdapat 11 kelurahan yang tidak mencatatkan kasus DBD sepanjang Januari.

Capaian lain yang dinilai menggembirakan adalah Angka Bebas Jentik (ABJ) yang mencapai 97,4 persen, melampaui target nasional sebesar 95 persen.

Dinas Kesehatan berharap tren penurunan ini dapat dipertahankan dengan konsistensi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama di tengah kondisi cuaca yang berpotensi mendukung perkembangbiakan nyamuk.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Puluhan Tahun Bertahan, Dadan Setia Meniti Rezeki Jasa Sol Sepatu di Terminal Palabuhanratu

Bisnisnews.net - Di tengah gempuran tren alas kaki modern...

MBG, KDMP dan Jalan Baru Mengoreksi Kesenjangan Struktural di Indonesia  

Oleh: Radhar Tribaskoro/ Ketua Kajian Ilmiah Forum Tanah Air...

Revisi UU Polri 2026, Usia Pensiun Bintang 4 Bisa 61 Tahun

Bisnisnews.net – Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani revisi Undang-Undang...

Bea Cukai Sita Ribuan Balepres Ilegal, Total Kerugian Negara Capai Puluhan Miliar

Bisnisnews.net – Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan kembali...