Bisnisnews.net || Pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cijambe RT 005 RW 007, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, kian mengkhawatirkan. Retakan yang terus bertambah dalam beberapa hari terakhir membuat aparat kebencanaan bergerak cepat untuk mengamankan warga dari potensi bahaya lanjutan.
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi langsung menetapkan langkah tanggap darurat. Tim gabungan dari BPBD, P2BK, serta unsur terkait diterjunkan ke lokasi guna melakukan asesmen sekaligus memastikan keselamatan masyarakat di tengah kondisi tanah yang belum stabil.
Sebagai langkah awal, enam unit tenda pengungsian jenis family dipasang di titik yang dinilai relatif aman. Tenda bantuan dari BNPB tersebut diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan tidak lagi bisa ditempati.
Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan penyediaan tempat pengungsian menjadi prioritas utama saat ini.
“Sebanyak enam tenda sudah terpasang untuk menampung warga terdampak. Ini sebagai langkah cepat agar warga memiliki tempat yang lebih aman,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
BPBD juga menyiapkan rencana cadangan apabila jumlah pengungsi meningkat. Empat unit tenda tambahan telah disiagakan di Kantor Desa Bantargadung untuk mengantisipasi perkembangan situasi.
“Kami siapkan tenda tambahan jika kebutuhan bertambah. Semua sudah dalam kondisi siap digunakan,” jelasnya.
Hingga kini, pengungsian warga masih bersifat menyebar. Sebagian memilih tinggal sementara di rumah keluarga terdekat, sementara lainnya mengontrak rumah di lokasi yang dianggap lebih aman guna menghindari risiko pergerakan tanah susulan.
Di tengah kondisi cuaca yang masih didominasi hujan dengan intensitas cukup tinggi, BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta P2BK Bantargadung untuk mendata kebutuhan logistik dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Berdasarkan laporan P2BK Bantargadung per Jumat (27/2/2026), sebanyak 25 bangunan terdampak di satu wilayah RT. Lima bangunan mengalami kerusakan berat, terdiri dari empat rumah warga dan satu bangunan pondok pesantren yang dihuni sekitar 20 orang.
Selain itu, enam rumah mengalami kerusakan sedang dan dihuni enam kepala keluarga. Sementara 14 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan berupa retakan di sejumlah bagian struktur.
BPBD Kabupaten Sukabumi mengingatkan warga yang tinggal di wilayah rawan agar meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan retakan baru atau perubahan kondisi tanah di sekitar permukiman, sebagai upaya pencegahan risiko yang lebih besar.***(RAF)
Editor : M. Nabil