Bisnisnews.net || Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyampaikan perkembangan terbaru pembangunan Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi), khususnya Seksi 3 ruas Cibadak–Sukabumi. Hingga awal Februari 2026, progres konstruksi pada ruas sepanjang 13,7 kilometer tersebut telah mencapai 71,95 persen.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, mengatakan percepatan pembangunan dilakukan untuk menjawab persoalan kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di wilayah Sukabumi, terutama di kawasan Simpang Cibadak.
“Tol Ciawi–Sukabumi Seksi 3 Ruas Cibadak–Sukabumi Barat saat ini sudah mencapai progres 71,95 persen. BPJT bersama Badan Usaha Jalan Tol terus mengawal pembangunan agar segera selesai dan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di Simpang Cibadak,” ujar Wilan, dikutip dari akun Instagram resminya, Minggu (8/2/2026).
Menurutnya, kehadiran ruas tol tersebut diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat serta memangkas waktu tempuh perjalanan dari dan menuju Sukabumi.
“Penyelesaian tol ini menjadi bagian dari upaya nyata untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas dan efisiensi perjalanan masyarakat Sukabumi dan sekitarnya,” imbuhnya.
Sementara itu, PT Trans Jabar Tol (TJT) selaku badan usaha pengelola sebelumnya menargetkan pembangunan Tol Bocimi Seksi 3 rampung pada pertengahan 2026. Direktur Utama PT TJT, Abdul Hakim, menyebut progres konstruksi sempat berada di kisaran 66 persen dan terus dikebut agar sesuai dengan jadwal kontrak.
“Untuk Seksi 3, progresnya sekitar 66 persen. Sesuai kontrak dengan BPJT, target penyelesaiannya sekitar pertengahan tahun 2026, kurang lebih bulan Juni,” kata Abdul Hakim.
Ia mengungkapkan, proyek ini sebelumnya ditargetkan selesai pada Triwulan I 2025. Namun, dalam pelaksanaannya sempat dihadapkan pada kendala suplai material konstruksi yang berdampak pada penyesuaian jadwal pekerjaan.
“Kami sedang merumuskan sejumlah langkah solusi agar hambatan tersebut tidak kembali mengganggu progres pembangunan,” ujarnya.
Adapun untuk pembangunan Tol Bocimi Seksi 4 ruas Sukabumi Barat–Sukabumi Timur, saat ini masih berada pada tahap awal berupa proses pembebasan lahan. Dari total panjang trase sekitar 13 kilometer, realisasi pembebasan lahan baru mencapai sekitar 10 persen.***(RAF)
Editor : M. Nabil