Jaga Keselamatan Siswa di Tengah Cuaca Tak Menentu, Disdik Sukabumi Terapkan Pola Belajar Fleksibel

Date:

Bisnisnews.net || Cuaca tidak menentu yang masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi mendorong Dinas Pendidikan setempat untuk memberlakukan kebijakan pembelajaran yang lebih adaptif dan fleksibel.

Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga keselamatan peserta didik tanpa mengesampingkan hak mereka untuk tetap memperoleh pendidikan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, menegaskan bahwa pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak lagi bersifat kaku dalam kondisi darurat cuaca. Sekolah diberikan kewenangan untuk menyesuaikan metode pembelajaran berdasarkan tingkat risiko lingkungan di masing-masing wilayah.

“KBM bersifat situasional. Sekolah dapat menerapkan pembelajaran daring atau belajar dari rumah apabila kondisi cuaca dan lingkungan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan murid,” ujarnya, Jumat (16/1/2026).

Ia menjelaskan, meskipun terdapat penyesuaian pola pembelajaran, satuan pendidikan tetap mengacu pada kurikulum nasional yang berlaku. Namun demikian, sekolah diperbolehkan melakukan penyesuaian kurikulum secara mandiri dengan memprioritaskan materi-materi esensial.

Penyesuaian tersebut diarahkan pada penguatan aspek psikososial peserta didik, kesehatan dan keselamatan diri, edukasi mitigasi bencana, serta peningkatan literasi dan numerasi yang dinilai krusial dalam situasi krisis.

Selain itu, metode pembelajaran juga dapat diterapkan secara adaptif, mulai dari tatap muka terbatas, pembelajaran jarak jauh, hingga pembelajaran mandiri.

Pola ini disesuaikan dengan kesiapan sekolah, kondisi peserta didik, serta ketersediaan sarana dan prasarana, khususnya di wilayah terdampak bencana.

Dalam aspek penilaian, Dinas Pendidikan menekankan pendekatan yang fleksibel dan humanis.

Sekolah tidak diwajibkan menuntaskan seluruh capaian pembelajaran sebagai syarat kenaikan kelas maupun kelulusan. Penilaian dapat dilakukan melalui berbagai metode, seperti portofolio, penugasan, tes tertulis, maupun pemanfaatan hasil pembelajaran sebelumnya.

Sebagai pedoman pelaksanaan di lapangan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi juga telah menyampaikan surat edaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kepada seluruh satuan pendidikan, terutama yang berada di wilayah rawan bencana.

Di akhir pernyataannya, Herdiawan mengimbau peran aktif orang tua dalam mengawasi dan mendampingi anak-anak selama musim hujan dan cuaca ekstrem, terutama saat berangkat dan pulang sekolah.

“Kami meminta orang tua turut memantau dan mendampingi anak-anaknya agar keselamatan mereka tetap terjaga,” pungkasnya.***

Editor : M. Nabil

(IFU)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Mentan: 85-90% Perusahaan Sawit Sudah Naikkan Harga TBS Sesuai Ketentuan

Bisnisnews.net – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan...

Jalan Tol Getaci Jadi Harapan Pemangkas Waktu Tempuh ke Pangandaran

Bisnisnews.net – Berwisata ke Pangandaran, Jawa Barat, memang sangat...

Alur SPMB Jenjang SMP Daring 2026 Kabupaten Sukabumi

Bisnisnews.net – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi merilis alur resmi...

Jemaah Haji Kloter 13 JKS Tiba di Sukabumi, Kepulangan Diwarnai Duka Wafatnya Haji Atjeng di Tanah Suci

Bisnisnews.net - Kebahagiaan keluarga yang menyambut kepulangan jemaah haji...