Korban Penyiraman Air Keras Meninggal, DP3A Kabupaten Sukabumi Lanjutkan Pengawalan Korban yang Lain

Date:

Bisnisnews.net || Kabar duka menyelimuti keluarga korban penyiraman air keras. Dikabarkan, Dedeh Kurniasih (45) meninggal di RSHS Bandung pada Senin malam 13/01/2025 sekitar pukul 21.45 WIB, setelah melewati perawatan yang intensif oleh dokter yang menanganinya.

Diketahui, korban penyiraman air keras yang dilakukan oleh seorang suami yang bernama Gagan (59) kepada istri dan keluarganya, mengakibatkan beberapa orang mengalami luka bakar.

Yang paling parah adalah Dedeh Kurniasih (46), MSA (18) dan AG (11). Ketiga korban tersebut harus dirujuk ke RSHS Bandung, untuk dilakukan perawatan intensif dan operasi luka bakarnya.

Namun, nasib naas menimpa Dedeh Kurniasih, baru saja menyelesaikan operasi yang pertama, nyawanya tidak bisa tertolong. Dedeh menghembuskan nafas yang terkahir di RSHS Bandung beberapa hari pasca operasi yang pertama.

Terkait hal diatas, redaksi Bisnisnews.net meminta konfirmasi kepada DP3A, melalui Kasubag TU UPTD PPA Wilayah Sukabumi, Yeni Dewi Endrayani. Ia membenarkan atas peristiwa tersebut dan mengucapkan duka cita kepada keluarga korban.

“Betul, Bu Dedeh meninggal kemarin malam. Kita sudah berusaha semaksimal untuk melakukan pengawalan  dalam pengobatan beliau. Takdir berkehendak lain buat Ibu Dedeh,” ujar Yeni, Rabu 15/01/2025.

“Duka cita ini sudah Kami sampaikan kepada keluarga korban. Semoga semuanya diberikan ketabahan,” tambah Yeni.

Yeni juga menjelaskan bahwa kedua anak korban, AG dan MSA yang juga menjadi korban penyiraman air keras, masih dalam perawatan di RSHS Bandung. Kemarin keduanya sudah selesai menjalani operasi lanjutan.

“Infonya, hari kemarin kedua anaknya yang menjadi korban sudah dilakukan operasi yang kedua,” jelas Yeni.

DP3A juga memastikan dukungan penuh kepada keluarga korban, khususnya terkait pembiayaan pengobatan dan pemantauan kondisi kedua anak yang masih dirawat.

“Kami sudah melakukan berkoordinasi akan hal itu dengan instansi lain terkait pembiayaan ketiga korban dan menjaga perkembangan kondisi korban yang masih dirawat,” tandas Yeni.

“Pokoknya, terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu. Khususnya Sentra Phalamarta, LPSK, Dinsos, Forkopimcam Nagrak, Pemdes Pawenang dan semua relawan yang sudah bersama-sama ikut mendampingi dan memfasilitasi perawatan korban,” pungkas Yeni.***

Foto : Aab

Editor : M. Nabil

Reporter : Aab

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

PWI dan IPB Rancang Beasiswa S2 Wartawan, Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Pers

Bisnisnews.net – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Institut...

Dasco: Pemerintah Dengar Aspirasi Warga, Evaluasi BGN Langkah Wajar Demi Pelayanan Optimal

Wakil Ketua DPR RI Apresiasi Prabowo, Ingatkan Program Gizi...

Presiden Prabowo Tunjuk Nanik S. Deyang Pimpin Badan Gizi Nasional

Gantikan Pucuk Pimpinan BGN Demi Percepat Program Makan Bergizi...

Tepat Harlah Pancasila 2026, ABPEDNAS Tembus 100 Ribu Anggota BPD Se-Indonesia

Bisnisnews.net – 1 Juni 2026 jadi tanggal bersejarah bagi...