Korban Penyiraman Air Keras, Kadisdik Kabupaten Sukabumi : Hak Pendidikan Anak Harus Terpenuhi

Date:

Bisnisnews.net || Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, akan mengawal  anak Dedeh Kurniasih (45 tahun), korban penyiraman air keras yang meninggal dunia di RSHS Bandung, pada Senin 13/01/2025 malam, sekitar pukul 21.45 WIB.

Diketahui, ulah seorang suami yang bernama Gagan (59) yang tega menyiramkan air keras ke tubuh istrinya Dedeh Kurniasih, mengakibatkan luka bakar di sekujur tubuhnya. Bukan hanya istri pelaku, akibat perbuatannya tersebut juga melukai anak dan kelurga korban yang lain.

Salah satunya adalah anak korban yang berinisial AG (11). Sampai hari ini AG masih dirawat di RSHS Bandung, untuk dilakukan pengobatan lanjutan serta operasi pengangkatan luka bakar.

Diketahui, AG masih tercatat di salah satu Sekolah Dasar Negeri  yang ada di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi dan duduk di kelas V.

Ditemui wartain.com, Guru Kelas AG, Teti Rosmayanti, S.Pd mengungkapkan, pihaknya merasa bersedih atas peristiwa yang terjadi. Apalagi sampai menimpa anak didiknya.

“Kami mewakili sekolah turut berduka cita atas peristiwa yang terjadi. Semoga keluarga Almarhumah diberikan ketabahan,” ungkap Teti, Rabu 15/01/2025.

“Satu korbannya kan anak didik Kami disini, tentunya pihak sekolah akan terus memantau perkembangannya. Kami akan menunggu sampai korban sembuh total,” tambah Teti.

Foto : Aab

Ditanya terkait masa belajar yang banyak tertinggal, Teti menegaskan, pihkanya tidak akan mempermasalahkan. Karena kejadian yang menimpa muridnya bukan unsur disengaja.

“Bagi kami tidak ada masalah. Belajar kan banyak cara, tidak harus di kelas. Caranya nanti kita akan atur. Yang jelas hak-hak anak dalam proses pembelajaran tetap kita akomodir. Kalau sudah sembuh Kami akan terima seperti biasanya,” tegas Teti.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang, juga turut mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Ibu Dedeh Kurniasih selaku orangtua AG (salah satu korban penyiraman air keras-red). Dimana anak tersebut masih tercatat sebagai siswa di salah satu sekolah dasar dibawah naungan Disdik Kabupaten Sukabumi.

“Kami turut berduka atas meninggalnya Almarhumah yang sekaligus orangtua AG. Kami pastikan anak korban yang sedang menjalani perawatan di RSHS Bandung segera sembuh,” ucap Eka Nandang (15/01).

“Insya Allah, Kami juga akan menemui kelurga korban secepatnya,” lanjut Kadisdik.

Kadisdik juga memastikan dukungan penuh kepada keluarga korban, khususnya terkait kegiatan pembelajarannya  dan pemantauan kondisi anak yang masih dirawat.

“Kami akan berkoordinasi dengan instansi lain dan pihak sekolah tempat AG belajar, terkait kondisi korban dan menjaga perkembangan kondisi korban yang masih dirawat,” jelas Eka Nandang.

“Yang jelas, apapun kondisinya, hak-hak pendidikannya anak harus kita penuhi. Disdik siap mengawal itu,” pungkas Kadisdik.***

Foto : Aab

Editor : M. Nabil

Reporter : Aab

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

UMN Sukabumi Kukuhkan 734 Mahasiswa Baru Lewat PBAK 2026, Presiden Mahasiswa:  Cetak Generasi Inovatif Berjiwa Kebangsaan

Bisnisnews.net - Universitas Madani Nusantara (UMN) Sukabumi menggelar Pengenalan...

BKPSDM Sukabumi Perkuat Manajemen Talenta ASN Berbasis Kompetensi dan Kinerja

Bisnisnews.net – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia...

Evaluasi Program dan Matangkan Haul Mama Masthuro, PD KALAM Sukabumi Gelar Rakor

Bisnisnews.net - PD Keluarga Alumni Al-Masthuriyah (KALAM) Kabupaten Sukabumi...

PBAK UMN Sukabumi 2026: 734 Maba Dikukuhkan, Pemkot-Pemkab Siapkan MoU Beasiswa

Bisnisnews.net - Universitas Madani Nusantara (UMN) Sukabumi resmi mengukuhkan...