Bisnisnews.net || Upaya menekan angka kemiskinan di Kota Sukabumi tidak hanya bertumpu pada program pemerintah, tetapi juga melibatkan peran lembaga zakat. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Sukabumi menjadi salah satu mitra utama Pemkot dalam mendorong kepedulian sosial berbasis zakat, infak, dan sedekah.
Ketua Baznas Kota Sukabumi, Miftah Amir, menyebutkan berbagai program telah berjalan untuk membantu warga rentan. Bantuan pangan bagi masyarakat miskin ekstrem, santunan rutin untuk 183 lansia, hingga dukungan bagi 12 anak dengan HIV/AIDS menjadi bentuk nyata penyaluran zakat yang tepat sasaran.
“Baznas juga hadir ketika warga miskin sakit dan harus dirawat di rumah sakit, melalui bantuan bekal dan pendampingan. Jadi, zakat tidak hanya disalurkan, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya,” kata Miftah, Kamis (4/9/2025).
Selain bantuan sosial, Baznas turut mendukung perbaikan kualitas tempat tinggal warga melalui program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Tahun ini, 17 rumah warga miskin berhasil direnovasi dengan dukungan Baznas Provinsi Jawa Barat dan Baznas Pusat.
Sinergi tersebut mendapat apresiasi nasional melalui Baznas Award 2025, di mana Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki meraih penghargaan sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia.
Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan pemerintah daerah, tetapi juga bukti bahwa zakat bisa menjadi kekuatan kolektif untuk mengatasi persoalan sosial.
“Zakat adalah energi kebersamaan. Dengan dukungan masyarakat, kami ingin terus memperkuat gerakan ini agar manfaatnya semakin luas,” pungkas Miftah.***(RAF)
Editor : M. Nabil