Bisnisnews.net || Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mendorong kader Posyandu untuk menjadi ujung tombak dalam membina keluarga sehat dan melindungi anak dari berbagai ancaman, mulai dari pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga pernikahan usia dini.
Pesan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Tataliwargi se-Kelurahan Cikundul, Senin (11/8/2025).
Menurut Ranty, kader posyandu memiliki peran strategis sebagai pendamping masyarakat di tingkat paling dekat dengan keluarga. “Kader posyandu bukan hanya memantau kesehatan ibu dan anak, tapi juga berperan sebagai agen edukasi dalam mencegah perilaku berisiko di kalangan remaja,” ujarnya.
Ia mengingatkan, kemajuan teknologi ibarat pisau bermata dua—bisa membawa manfaat besar jika dimanfaatkan dengan benar, namun juga memicu masalah jika tanpa pengawasan. Karena itu, Ranty mengajak para kader untuk mengedukasi orang tua agar aktif memantau penggunaan media sosial anak dan memberi teladan positif.
Tak hanya itu, ia menegaskan perlunya menekan angka pernikahan usia dini yang berpotensi memicu permasalahan rumah tangga, termasuk KDRT. “Usia ideal menikah adalah minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Kita harus terus menyampaikan ini kepada masyarakat,” katanya.
Selain perlindungan anak, isu gizi dan stunting juga menjadi fokus penting. Ranty menekankan bahwa kader posyandu berperan di dua lini: pencegahan (hulu) dengan edukasi pola makan dan gizi seimbang, serta penanganan (hilir) bagi anak yang sudah mengalami stunting.
“Kita harus bergerak bersama—keluarga, kader posyandu, dan pemerintah—untuk mencetak generasi Kota Sukabumi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : M. Nabil