Perhutani Sukabumi Gandeng BRIN, Kembangkan Zonasi Sempadan Sungai Pakai Big Data

Date:

Bisnisnews.net – Perhutani KPH Sukabumi jadi tuan rumah riset konservasi berbasis teknologi. Selasa 23 Juni 2026, tim peneliti Pusat Riset Ekologi OREI BRIN bertandang ke kantor KPH Sukabumi untuk memulai penelitian “Penerapan Participatory Geospatial Mapping untuk Zonasi Konservasi Sempadan Sungai Berbasis Big Data”.

Kehadiran tim BRIN disambut langsung jajaran Perhutani. Kepala Seksi Perlindungan Hutan Sudrajat hadir bersama Kepala Subseksi Kemitraan Ade Ruswandi. Keduanya mendampingi jalannya riset yang dipimpin Peneliti Ahli Madya BRIN, Aida Heriati.

Administratur KPH Sukabumi melalui Sudrajat menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyebut penelitian ini bentuk nyata sinergi antara pengelola hutan dan lembaga riset nasional dalam mengelola sumber daya hutan berbasis data.

“Kami sangat senang bisa mendampingi pihak Pusat Riset Ekologi dalam kegiatan penelitian strategis ini. Ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Perhutani dengan lembaga riset nasional dalam pengelolaan sumber daya hutan yang berbasis data dan teknologi,” ujar Sudrajat.

Dukungan data dari Perhutani jadi kunci awal riset. Aida Heriati menyampaikan apresiasi atas akses informasi yang diberikan. Menurutnya, data lapangan dari KPH Sukabumi sangat membantu kelancaran penelitian ilmiah.

“Akses data dan informasi yang diberikan sebagai dasar kepentingan penelitian ilmiah sangat membantu kelancaran riset kami. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Kekayaan Intelektual Hasil Riset dan Inovasi Big Data Tahun 2026,” ungkap Aida Heriati.

Inti penelitian ini ada pada metode Participatory Geospatial Mapping. Metode itu memadukan data spasial big data dengan partisipasi langsung pemangku kepentingan di lapangan. Tujuannya, membuat peta zonasi sempadan sungai yang lebih detail dan bisa beradaptasi dengan kondisi real.

Selama ini, penentuan zona konservasi sempadan sungai sering mengandalkan peta konvensional. Dengan big data dan pemetaan partisipatif, hasilnya diharapkan lebih presisi. Mulai dari titik rawan erosi, tutupan vegetasi, sampai aktivitas masyarakat sekitar sungai.

Pelibatan warga dan pemangku kepentingan lokal jadi pembeda utama. Mereka tidak hanya jadi objek penelitian, tapi juga penyumbang data dan pengetahuan lokal. Pendekatan ini diyakini membuat zonasi yang dihasilkan lebih diterima dan mudah diterapkan.

Bagi Perhutani KPH Sukabumi, kolaborasi ini sejalan dengan arah pengelolaan hutan modern. Teknologi informasi kehutanan dipakai untuk memperkuat fungsi lindung, terutama di daerah aliran sungai yang jadi penyangga ekosistem.

BRIN sendiri menargetkan hasil riset ini jadi kekayaan intelektual nasional. Output-nya berupa model zonasi konservasi yang bisa direplikasi di wilayah lain, terutama yang memiliki karakteristik DAS dan sempadan sungai serupa.

Langkah maju ini menandai era baru konservasi di Sukabumi. Data, teknologi, dan partisipasi masyarakat dikawinkan untuk satu tujuan: menjaga sungai tetap sehat dan hutan tetap lestari. Jika berhasil, model ini bisa jadi rujukan nasional pengelolaan sempadan sungai.***

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Nusa Putra Tembus Ranking Dunia dan Jadi Salah Satu Kampus Jawa Barat Terbaik dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Bisnisnews.net - Nusa Putra University kembali menorehkan capaian membanggakan...

“Mitra MBG Jangan Dikorbankan” – Zulhas Temui Presidium, Janji Libatkan di Rapat BGN

Bisnisnews.net – Menko Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Makan...

Dewi Asmara: Camp Religi Pemuda Masjid Dunia Perkuat Persatuan dan Karakter Pemuda Sukabumi

Bisnisnews.net – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dewi...

Pemkot Sukabumi Siap Dukung Program Wajib Halal Oktober 2026

Bisnisnews.net – Pemerintah Kota Sukabumi menyatakan kesiapan untuk mendukung...