Samsat Cibadak Evaluasi Penempelan Hangtag Pajak Kendaraan yang Tuai Sorotan

Date:

Bisnisnews.net – Pemasangan hangtag sebagai pengingat pembayaran pajak kendaraan bermotor di sejumlah area parkir dan tempat umum mendapat perhatian masyarakat. Menyikapi polemik tersebut, P3DW Samsat Cibadak, Kabupaten Sukabumi, memilih menghentikan sementara kegiatan tersebut.

Kepala P3DW Samsat Cibadak Rendi Supriatna mengatakan, hangtag yang ditempelkan pada kendaraan bukan ditujukan sebagai sarana penagihan. Media tersebut digunakan untuk mengingatkan pemilik kendaraan agar tidak lupa memenuhi kewajiban pajaknya.

“Itu bukan penagihan, tetapi sebatas mengingatkan atau reminder. Namun, karena sudut pandang masyarakat sangat sensitif dan ada yang menginterpretasikan berbeda, pimpinan kami tetap mengevaluasi langkah ini,” ujar Rendi saat ditemui di Kantor Samsat Cibadak.

Ia menyebut, penghentian pemasangan hangtag dilakukan sembari menunggu kebijakan lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Evaluasi diperlukan agar metode pengingat yang diterapkan tidak menimbulkan persepsi negatif maupun mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Sementara ini belum ada arahan khusus untuk dilanjutkan. Bagaimanapun, masukan dan saran dari masyarakat luas tetap menjadi bahan pertimbangan utama kami,” katanya.

Sementara itu, Samsat Cibadak masih menghadapi tantangan dalam mengejar target penerimaan pajak kendaraan. Dari target proporsional yang ditetapkan sebesar 62 persen, realisasi penerimaan saat ini baru berada di kisaran 50 persen.

Aktivitas pelayanan di kantor Samsat pun terbilang cukup tinggi. Dalam sehari, rata-rata terdapat sekitar 400 wajib pajak yang datang untuk melakukan berbagai keperluan administrasi. Sekitar 70 persen di antaranya merupakan pemilik kendaraan roda dua.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Samsat Cibadak kini tidak hanya mengedepankan imbauan mengenai kewajiban membayar pajak. Peningkatan kualitas pelayanan juga dilakukan untuk menciptakan pengalaman yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Rendi mengatakan, pihaknya berupaya mengubah citra pelayanan Samsat agar tidak lagi dianggap kaku. Sejumlah fasilitas disiapkan, mulai dari ruang tunggu berpendingin udara, area bermain anak, hingga minuman gratis.

“Gubernur ingin masyarakat nyaman. Kami hadirkan ruang tunggu ber-AC, playground anak, hingga fasilitas kopi dan teh gratis setiap hari untuk mengubah mindset masyarakat terhadap pelayanan Samsat,” jelasnya.

Dengan pendekatan pelayanan yang lebih ramah, Samsat Cibadak berharap masyarakat memiliki kesadaran untuk membayar pajak tanpa harus merasa terbebani oleh proses pelayanan.

Kepatuhan membayar pajak kendaraan juga dinilai memiliki kontribusi terhadap pembangunan daerah. Penerimaan dari sektor tersebut nantinya dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pembangunan, termasuk peningkatan infrastruktur jalan di Kabupaten Sukabumi.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Ketua PWI Kabupaten Sukabumi Abah Anom:  Suara Kita Tentukan Nahkoda Baru PWI Jabar

Bisnisnews.net – Ketua PWI Kabupaten Sukabumi Nuruddin Zain Syamsyi,...

Pemkab Sukabumi Siapkan Undian Motor bagi Wajib Pajak yang Taat Bayar PKB

Bisnisnews.net – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyiapkan program penghargaan bagi...

Antisipasi Lonjakan DBD, Menkes Minta RS di Jabar Siaga Hadapi El Nino

Bisnisnews.net - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta...

Kemenkes Perkuat RSUD agar Masyarakat Tak Perlu Berobat ke Luar Negeri

Bisnisnews.net - Kementerian Kesehatan RI terus mendorong pemerataan layanan...