Bisnisnews.net — Momentum bulan Hari Pahlawan 10 November 2026 harus menjadi spirit energi spiritual sekaligus pertahanan rakyat semesta untuk membersihkan para pengkhianat negara. Elemen bangsa yang terdiri dari perwakilan Aktivis 98 dan ulama secara tegas menyatakan sikap mendukung penuh langkah tegas jajaran penegak hukum untuk mengusut tuntas jaringan sindikat penyadap ilegal yang dinilai sebagai perbuatan makar terhadap Kepala Negara.
Pernyataan sikap bersama tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA98) Anto Kusumayuda, Sekjen PPJNA98 Abdul Salam Nur Ahmad, Dede Heri dari Rumah Literasi Merah Putih, Yosep Bahtiar selaku Aktivis 98 Bandung/Ketua DTI Jabar, serta KH Yudi Suryadikrama SH dari Majelis Sholawat Cahaya Nusantara.
Mereka bersatu menyuarakan dukungan kepada Kapolri, Kepala BIN, Jaksa Agung, dan Panglima TNI dalam melaksanakan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk membongkar jaringan sindikat yang telah mengkhianati Kepala Negara sebagai Panglima Tertinggi TNI/Polri.
“Hukum dan kewibawaan negara harus ditegakkan. Kami meminta usut tuntas dan proses hukum seluruh jaringan sindikat ini, baik yang berada di lingkungan Kabinet Merah Putih, lembaga pemerintahan, BUMN, oligarki hitam, hingga ke tingkat mantan Kapolri,” ujar Anto Kusumayuda dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).
Pihaknya juga mendesak agar penyelidikan bergerak tanpa pandang bulu hingga menyasar aktor intelektual di balik gerakan tersebut. “Kejar sampai ke otaknya, termasuk agen-agen asing atau mantan presiden sekalipun jika memang terlibat. Jangan dibiarkan, bongkar dan kejar jaringannya, bersihkan tanpa sisa demi kedamaian negeri,” lanjutnya.
Dalam perspektif pertahanan rakyat semesta, aksi penyadapan ilegal terhadap simbol negara dinilai sebagai ancaman serius yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Upaya melawannya tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik dan hukum, melainkan juga benteng spiritual.
Menghadapi situasi ini, para tokoh mengaitkannya dengan kesucian momentum Hari Pahlawan 10 November. Peringatan tersebut dinilai sebagai waktu yang sakral untuk mengingat pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan demi kemerdekaan Indonesia.
Melalui pendekatan spiritual, KH Yudi Suryadikrama SH mengajak seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Muslim, untuk bergerak bersama memohon perlindungan dari Yang Maha Kuasa.
“Dengan kesucian perjuangan para pahlawan, kami mengajak seluruh rakyat untuk tak henti-hentinya mendoakan Presiden Prabowo agar senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, kebijaksanaan, dan ketegasan dalam menjalankan amanah kepemimpinannya di tengah situasi menghadapi pengkhianatan ini,” tutur KH Yudi.
Selain mendoakan Kepala Negara, aliansi aktivis dan ulama ini juga mengajak masyarakat memanjatkan doa bagi kekuatan para pimpinan institusi keamanan dan penegak hukum.
“Mari kita doakan Kapolri, Kepala BIN, Kejagung, dan Panglima TNI agar diberikan kekuatan dan kesehatan dalam menjalankan perintah Presiden untuk menuntaskan serta menindak para pengkhianat negara. Semoga Allah selalu merahmati, memberkahi, dan melindungi kita semua, seluruh rakyat Indonesia. Amiin YRA,” pungkasnya.***
Editor: M. Nabil
(Aab)