Bisnisnews.net – Penyelesaian pembebasan lahan menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mendukung percepatan pembangunan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3. Upaya tersebut dilakukan agar ruas tol yang menghubungkan Cibadak dengan Sukabumi Barat dapat dimanfaatkan secara fungsional pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, memastikan persoalan pembebasan lahan yang masih tersisa segera ditindaklanjuti melalui musyawarah dengan para pemilik tanah. Pemkab menargetkan seluruh persoalan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
Menurutnya, proses pembebasan lahan telah mendekati tahap akhir, meskipun masih terdapat beberapa bidang yang membutuhkan penyelesaian lebih lanjut.
“Tapi ada beberapa titik yang masih tanahnya masih belum clear. Tapi tadi saya sudah dipanggil beberapa orang yang punya tanah termasuk hari Senin juga akan dimusyawarahkan,” ungkap Asjap.
Asep menjelaskan, penyelesaian pembebasan lahan harus mengikuti prosedur dan kajian sesuai ketentuan yang berlaku. Proses tersebut mencakup perhitungan nilai tanah sehingga membutuhkan tahapan sebelum pembayaran dapat dilakukan.
“Cuman kan ada kajian, ada persyaratan yang harus diikuti sesuai dengan aturan, kan tidak semena-mena langsung silakan bayar! Nah, ada hitungannya. Jadi hari Senin akan di-proses. Insyaallah dalam waktu dekat selesai,” jelasnya.
Persoalan lahan tersebut turut menjadi perhatian dalam peninjauan pembangunan Tol Bocimi Seksi 3 yang dilakukan Pemkab Sukabumi bersama PT Trans Jabar Tol (TJT).
Berdasarkan hasil peninjauan, masih terdapat empat bidang tanah yang belum selesai dibebaskan. Tiga bidang berada di Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, sementara satu bidang lainnya berada di Kecamatan Caringin.
Direktur Utama PT Trans Jabar Tol, Abdul Hakim Supriyadi, menyampaikan bahwa penyelesaian lahan terus dikoordinasikan bersama pemerintah daerah. Peran Bupati Sukabumi dinilai penting untuk menjembatani komunikasi dengan masyarakat yang tanahnya terdampak pembangunan.
“Ada sih beberapa yang saya dengar beberapa titik ya kaitannya masalah lahan yang belum beres. Nah, sebagai pimpinan Kabupaten Pak Bupati kan mungkin punya konsen ke warganya supaya untuk meyakinkan bahwa itu kita bisa jalankan lanjutkan konstruksinya gitu,” ujar Abdul.
Di tengah kendala tersebut, pengerjaan konstruksi tetap berjalan pada sejumlah titik yang telah siap. Saat ini, progres pembangunan Tol Bocimi Seksi 3 telah mencapai sekitar 88 hingga 90 persen.
Pekerjaan yang masih berlangsung mencakup pembangunan badan jalan serta berbagai fasilitas penunjang. Namun, beberapa bagian konstruksi belum dapat dilanjutkan sebelum persoalan pembebasan lahan selesai.
“Progres sudah 88 persen menuju 90 persen sekarang di tahap konstruksi. Sisanya bagian dari konstruksi-konstruksi itu nanti termasuk lahan yang belum beres. Kalau lahannya belum beres kan belum bisa dikerjakan,” ucapnya.
Abdul juga memastikan aspek keamanan konstruksi telah diperhitungkan sejak tahap perencanaan. Kajian pembangunan dilakukan bersama sejumlah instansi, termasuk Direktorat Jenderal Bina Marga, dengan mempertimbangkan kondisi kontur tanah dan rekomendasi teknis yang diperlukan.
“Ya sudah diantisipasilah. Itu itu bukan dari kita aja itu, itu antarinstansi juga. Waktu desain awalnya sama Bina Marga juga, ada Direktorat khusus yang membahas teknis konstruksinya, desainnya kayak-kayak gitu kan. Itu ya kita ngikut-ngikut itu rekomendasi teknisnya aja,” sebutnya.
PT TJT optimistis ruas tol tersebut dapat difungsikan pada periode Nataru mendatang. Setelah masa libur tersebut, pembangunan akan kembali dilanjutkan untuk mengejar target pemanfaatan fungsional pada libur Idulfitri 2027.
Adapun konstruksi Tol Bocimi Seksi 3 ditargetkan rampung sepenuhnya pada pertengahan 2027. Ruas sepanjang 13,7 kilometer ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah Sukabumi dengan Jabodetabek.
“Mudah-mudahan, pertengahan tahun depan sudah selesai 100 persen,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran lalu lintas saat tol mulai difungsikan, Pemkab Sukabumi juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian. Perhatian khusus diberikan pada kawasan Cibolang yang menjadi akses keluar tol guna mengantisipasi potensi kemacetan.
“Untuk kesiapan Exit Tol ya yang memang dari Dinas Perhubungan dan Kepolisian sudah dimusyawarahkan untuk supaya nanti hari H itu sudah clear,” pungkasnya.
Kehadiran Tol Bocimi Seksi 3 diharapkan mampu mempercepat perjalanan masyarakat dari Jabodetabek menuju Sukabumi. Selain meningkatkan aksesibilitas, keberadaan infrastruktur tersebut juga diharapkan membuka peluang pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.***(RAF)
Editor: M. Nabil