TPA Cikundul Terus Dibebani Sampah, Pemkot Sukabumi Dorong Pemilahan dari Rumah

Date:

Bisnisnews.net — Pemerintah Kota Sukabumi mulai mendorong perubahan pola pengelolaan sampah dengan memperkuat penanganan sejak dari rumah tangga. Langkah ini dilakukan untuk menekan jumlah sampah yang setiap hari dibawa menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, pengelolaan sampah tidak bisa terus mengandalkan pola kumpul, angkut, kemudian dibuang ke TPA. Jika pola tersebut terus berlangsung, kapasitas TPA akan semakin terbebani.

Hal itu disampaikan Bobby saat membuka kegiatan World Cleanup Day 2026 yang dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi, Minggu (20/9/2026).

“Jadi dari rumah tangga, dibuang ke tempat sampah, tempat sampah diangkut oleh dump truck, kemudian dibuang ke TPA Cikundul. Lama-lama pasti akan penuh TPA Cikundulnya. Nah, kita mesti melakukan upaya-upaya,” jelas Bobby.

Salah satu langkah yang tengah disiapkan Pemkot Sukabumi yakni mengoptimalkan kembali keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS 3R.

Bobby menyebut terdapat sekitar 12 hingga 13 TPS 3R di Kota Sukabumi. Pemerintah menargetkan sebagian fasilitas tersebut dapat kembali diaktifkan pada 2027, dengan menyesuaikan kondisi dan kemampuan anggaran daerah.

Menurutnya, keberadaan TPS 3R diharapkan dapat membantu mengurangi sampah yang harus dibawa ke TPA. Namun, upaya tersebut tetap harus dibarengi perubahan perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah.

Pemilahan, kata Bobby, perlu dilakukan sejak sampah pertama kali dihasilkan. Sampah organik, nonorganik, residu hingga limbah B3 harus dipisahkan agar pengelolaannya dapat dilakukan sesuai jenisnya.

“Berbicara sampah tentu saja ini basic. Tidak membuang sampah sembarangan itu adalah aturan dasar bagaimana orang melihat sampah, bagaimana orang melakukan pemilahan, dimulai dari tidak membuang sampah sembarangan di fasilitas umum maupun fasilitas sosial,” ujar Bobby.

Ia menilai persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, komunitas lingkungan, sekolah, kelurahan, RW hingga masyarakat memiliki peran dalam mengurangi produksi dan timbulan sampah.

Momentum World Cleanup Day 2026 pun dimanfaatkan Pemkot Sukabumi untuk mengajak masyarakat membangun kebiasaan tersebut. Kegiatan bertema “From Clean Plates to Clean Cities” atau “Dari Piring Bersih hingga Kota Bersih” itu digelar melalui kolaborasi pemerintah daerah dengan komunitas Restoe Boemi dan Forum OSIS MPK se-Kota Sukabumi.

Bobby berharap gerakan kebersihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kesadaran menjaga lingkungan diharapkan menjadi kebiasaan yang diterapkan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Ia juga meminta penguatan koordinasi di tingkat kelurahan dan RW, termasuk dalam pengelolaan sarana pengangkutan sampah serta komunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup.

“Harapannya melalui kegiatan World Cleanup Day ini, masyarakat bisa lebih peduli, masyarakat bisa lebih menjaga sampahnya masing-masing dan berkomitmen untuk melakukan pemilahan sampah dari hulu secara bersama-sama,” pungkasnya.***(RAF)

Editor: M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemkot Sukabumi Bidik Pelajar untuk Deteksi Dini TBC, 977 Paket OAT Anak Disalurkan

Bisnisnews.net — Pemerintah Kota Sukabumi akan memperluas upaya deteksi...

Asuransi Aing Hadir, Jaminan BPJS Ketenagakerjaan Gratis bagi Pekerja Informal di Jabar

Bisnisnews.net– Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadirkan program Asuransi Aing...

Lantik Pejabat Bea Cukai, Menkeu Suahasil: Pengawasan Harus Tajam dan Baca Pola

Bisnisnews.net - Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik sejumlah pejabat...

Peduli Pascabencana, Perhutani KPH Sukabumi Salurkan 500 Bibit Pohon untuk Takokak

Bisnisnews.net - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi...