Bisnisnews.net – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki kembali menyapa masyarakat melalui program Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah 12 (PAS). Kali ini, kegiatan menyasar warga di Kelurahan Cisarua dan Kelurahan Subangjaya, Jumat (21/8/2026).
Program tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kota Sukabumi terhadap warga yang membutuhkan. Penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing penerima.
Ayep mengatakan, persoalan sosial membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Menurutnya, pemerintah perlu membangun kekuatan bersama dengan masyarakat, dunia usaha, maupun lembaga sosial.
“Semangat rereongan dan gotong royong harus terus kita bangun. Pemerintah tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan sendiri,” ujar Ayep.
Ia menilai, kolaborasi menjadi kunci agar berbagai bentuk bantuan dapat disalurkan secara tepat dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Dengan kebersamaan, bantuan yang diberikan diharapkan tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah memasuki episode ke-18 dan ke-19. Pelaksanaannya sekaligus dikaitkan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 17 warga menjadi penerima bantuan dalam kegiatan tersebut. Jumlah penerima ditetapkan secara simbolis menyesuaikan momentum 17 Agustus.
Bantuan yang diberikan terdiri dari sembako dan uang tunai untuk 13 warga. Sementara empat warga lainnya memperoleh bantuan berupa modal usaha.
Pemberian modal usaha diarahkan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini juga menyasar penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian.
Ayep berharap bantuan tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam jangka pendek. Khusus bantuan permodalan, penerima diharapkan mampu mengelolanya secara produktif sehingga dapat menjadi sumber penghasilan berkelanjutan.
“Bantuan ini mudah-mudahan tidak hanya membantu kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi modal untuk meningkatkan kemandirian, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Ayep.***(RAF)
Editor : M. Nabil