Bisnisnews.net – Musibah kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok menyisakan duka mendalam. Hingga Selasa 28 Juli 2026 pukul 17.00 WIB, BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat 52 KK atau 160 jiwa harus mengungsi.
Api diketahui melalap wilayah RT 05 dan RT 07 RW 02 pada Sabtu 25 Juli 2026. BPBD menduga kebakaran dipicu suhu ekstrem dan kekeringan panjang yang melanda wilayah Sukabumi beberapa pekan terakhir.
Dari data sementara, korban terbagi atas 25 KK dengan 78 jiwa di RT 05 dan 27 KK dengan 82 jiwa di RT 07. Yang membuat BPBD ekstra waspada, di antara pengungsi terdapat 13 lansia, 15 balita, 12 anak-anak, 16 remaja, 2 ibu hamil, dan 6 ibu menyusui.
Untuk tempat pengungsian, 12 KK atau 35 jiwa saat ini ditampung di tenda pengungsian terpusat. Sementara 40 KK atau 125 jiwa lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat.
Syukur tidak ada korban jiwa. BPBD menegaskan, “Tidak ada korban meninggal dunia, luka-luka maupun korban hilang dalam kejadian tersebut”.
Namun kerugian materiil tidak sedikit. 51 rumah warga rusak berat. Tidak hanya itu, pusat kegiatan adat dan fasilitas umum juga ikut terbakar. Di antaranya 1 masjid, 1 PAUD, 1 posyandu, 49 leuit, Balai Pertemuan Kasepuhan, Ajeng Kasepuhan, Galeri Kasepuhan, Saung Angklung Buhun, Pangkemitan, 2 lisung, 2 MCK, 6 warung, 1 pos ronda, serta sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat.
Saat ini BPBD bersama TNI, Polri, PMI, Tagana, dan relawan masih menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar. Fokus utama adalah memastikan kelompok rentan mendapat penanganan prioritas.
Penanganan darurat terus dilakukan sambil menunggu proses pemulihan dan rekonstruksi. BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca kering masih berpotensi memicu kebakaran.***
Editor : M. Nabil
(Aab)