Bisnisnews.net – Aliansi Masyarakat Peduli MBG Bersatu Demi Masa Depan berencana menggelar aksi damai dan doa bersama. Kegiatan itu sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis untuk anak-anak Indonesia.
Aksi damai dijadwalkan berlangsung di Lapang Merdeka Kota Sukabumi pada Rabu, 24 Juni 2026. Lokasi dipilih karena menjadi ruang publik yang mudah diakses warga dan simbol kebebasan menyampaikan pendapat.
Mengusung tema menjaga keberlangsungan Program MBG, aliansi ingin memastikan pemenuhan gizi generasi muda tetap menjadi prioritas nasional. Program ini dinilai berdampak langsung pada tumbuh kembang dan prestasi belajar siswa.
Para penggerak mengajak masyarakat menyampaikan aspirasi secara tertib. Penekanan pada kedamaian dan kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci agar aksi mendapat simpati publik yang luas.
Panitia juga menetapkan dress code khusus bagi peserta. Peserta laki-laki diimbau mengenakan celana atau rok hitam, sementara peserta perempuan diminta memakai kerudung putih.
Kombinasi warna hitam-putih dipilih sebagai simbol persatuan dan kesucian niat. Warna tersebut diharapkan mempertegas pesan bahwa aksi ini murni demi kepentingan masa depan anak bangsa.
Salah seorang aktivis HMI, Rizal, menegaskan alasan kuat di balik aksi ini. Menurutnya, Program MBG bukan sekadar bantuan pangan sesaat, tetapi strategi jangka panjang.
“Program MBG bukan sekadar memberikan makanan kepada anak-anak. Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing,” ujar Rizal.
Rizal mengajak seluruh elemen masyarakat Sukabumi untuk ikut mengawal program. Keterlibatan publik, menurutnya, akan membuat tata kelola MBG semakin baik dan tepat sasaran.
Ia juga menyoroti langkah negara-negara Asia lain yang lebih dulu menjalankan program pemenuhan gizi. Hal itu menjadi pembelajaran agar Indonesia tidak tertinggal dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul.
“Kita tidak boleh tertinggal. Negara-negara lain sudah lama mempersiapkan generasinya melalui pemenuhan gizi yang merata. Indonesia baru memulai langkah besar ini, sehingga program tersebut perlu dijaga dan terus disempurnakan,” kata Rizal.
Aliansi menegaskan aksi 24 Juni bukan demonstrasi anarkis. Rangkaian kegiatan akan diisi orasi damai, penyampaian aspirasi, dan doa bersama agar program berjalan transparan.
Doa bersama diharapkan menjadi pengingat bahwa keberlanjutan MBG adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, dan sekolah harus bersinergi agar manfaatnya dirasakan hingga pelosok.
Ajakan resmi aliansi berbunyi, “Ayo Suarakan Aspirasi, Kita Jaga Kedamaian dan Ketertiban.” Seruan itu ditempel di pamflet dan media sosial untuk mengedukasi peserta agar tetap santun.
Saat ini Program Makan Bergizi Gratis masih menjadi prioritas nasional. Pemerintah sebelumnya menyatakan program akan terus dilanjutkan sambil melakukan evaluasi dan penyempurnaan. Aksi damai di Lapang Merdeka diharapkan memperkuat dukungan publik agar MBG tidak berhenti di tengah jalan.***
Editor : M. Nabil
(DH)