Bisnisnews.net – Khutbatul Wada Pondok Pesantren Terpadu Al Istiqomah Pasirmalang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Sabtu-Minggu, 20-21 Juni 2026, tidak hanya menjadi momen perpisahan santri. Kegiatan dua hari itu juga membawa berkah ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah di sekitar pesantren.
Ratusan santri, wali santri, ustadz, dan tamu undangan memadati area pesantren selama rangkaian acara. Kehadiran mereka mendorong perputaran ekonomi lokal yang biasanya sepi di hari biasa.
Dampak positif itu langsung dirasakan pedagang minuman ringan, Ibu Sri (51) tahun. Warga Pasirmalang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi ini sengaja membuka lapak di sekitar lokasi acara.
“Alhamdulillah, adanya kegiatan Khutbatul Wada ini omset saya bisa mencapai Rp750 ribu sehari,” ungkap Ibu Sri. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding saat ia berjualan di rumahnya seperti biasa.
Ibu Sri biasanya hanya berjualan minuman di kediamannya di Pasirmalang. Namun momentum Khutbatul Wada yang dihadiri ribuan orang membuatnya berani ikut meramaikan bazar di lingkungan pesantren.
Hal serupa dirasakan Mas Paiman (60), pedagang Mie Ayam asal Lembur Situ, Kota Sukabumi. Ia juga membuka gerobaknya di area pesantren selama dua hari pelaksanaan acara.
“Omset saya mencapai Rp1,5 juta selama kegiatan berlangsung,” kata Mas Paiman. Omset itu ia dapat dari antrean panjang wali santri dan tamu yang menikmati hidangan mie ayam hangat.
Biasanya Mas Paiman mangkal di kawasan Lembur Situ. Namun ia melihat peluang besar saat pesantren menggelar acara besar, sehingga memutuskan ikut ambil bagian.
Lonjakan omset pedagang ini menunjukkan efek domino dari kegiatan keagamaan. Khutbatul Wada yang mengusung tema “Melangkah Dengan Ilmu, Bertumbuh Dengan Akhlak, Mengabdi Untuk Umat” ternyata juga menggerakkan roda ekonomi warga.
Pihak pesantren memang membuka ruang bagi UMKM lokal untuk berjualan. Langkah ini sejalan dengan nilai “Beramal” dalam motto pesantren: Berilmu, Beradab, Beramal, Istiqomah.
Ketua Yayasan Al-Istiqamah Nusantara Indonesia, H. Sihabudin, SE, menegaskan pesantren tidak hanya fokus pada pendidikan. Pemberdayaan masyarakat sekitar juga menjadi perhatian.
“Lembaga pendidikan ini mencetak pribadi muslim yang kuat dalam iman, takwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar H. Sihabudin, SE. Menurutnya, kuat secara ekonomi juga bagian dari kemandirian umat.
Khutbatul Wada 2026 pun menjadi bukti pesantren sebagai pusat peradaban. Selain melahirkan lulusan berakhlak, acara ini juga menumbuhkan keberkahan ekonomi bagi Ibu Sri, Mas Paiman, dan pelaku UMKM lainnya.***
Editor : M. Nabil
(Aab)