Disnakertrans Sukabumi Kebut UHC & UCJ: 356 SPPG Diimbau Daftarkan Ribuan Pekerja dan Relawan ke BPJS

Date:

Bisnisnews.net – Disnakertrans Kabupaten Sukabumi lagi kebut perlindungan jaminan sosial. Sasarannya: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG. Imbauan resmi sudah keluar lewat Surat Sekda No 500.15.14.2/4759/Disnakertrans/2026. Isinya: daftarin semua pekerja dan relawan ke BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan.

Kebijakan ini bagian dari misi Pemkab Sukabumi naikin capaian Universal Health Coverage UHC dan Universal Coverage Jamsostek UCJ. Intinya: semua warga, termasuk pekerja SPPG, punya payung jaminan sosial.

Kepala Disnakertrans Sigit Widarmadi lewat Kabid Hubungan Industrial Tedi Kuswandi menyampaikan, ini tindak lanjut koordinasi sama BPJS. “Keterlibatan seluruh pekerja di program jaminan sosial penting buat perlindungan optimal,” ujar Tedi.

Kenapa SPPG jadi fokus? Karena potensinya besar. Dari target 400 SPPG di Sukabumi, sekarang udah 356 SPPG aktif. Kalikan sama jumlah pekerja dan relawan per SPPG, ribuan orang yang bisa dapat manfaat BPJS.

Manfaatnya real: pekerja aman pas kerja. Ada BPJS Kesehatan buat berobat, ada BPJS Ketenagakerjaan buat jaga kalau kecelakaan kerja, cacat, sampai jaminan hari tua. Nggak kepikiran biaya pas musibah.

Tedi mengungkapkan, rasa aman sama dengan kerja produktif. “Perlindungan ini penting agar pekerja jalanin tugas tenang. Kalau mereka aman, kualitas pelayanan gizi ke masyarakat juga makin baik,” jelasnya.

Selain lindungi pekerja, kebijakan ini juga untuk membereskan administrasi anggaran negara. Pemkab minta pemberi kerja cek status PBI JK pekerjanya. Kalau udah mampu bayar mandiri atau ditanggung perusahaan, keluar dari PBI JK.

Tujuannya biar bantuan iuran pemerintah nggak salah sasaran. Dana PBI JK difokuskan bagi warga yang benar-benar nggak mampu. Yang udah kerja dan digaji SPPG, pindah ke segmen Pekerja Penerima Upah atau mandiri.

Surat imbauan ke Koordinator Wilayah SPPG ini langkah preventif. Daripada nunggu ada pekerja kecelakaan baru urus BPJS, mending didaftarin dari awal. Klaim jadi cepat, administrasi rapi.

Disnakertrans akan mengawal implementasinya. Tim pengawas bisa turun cek ke SPPG: udah daftar BPJS belum, iuran lancar apa nggak, data pekerja sinkron apa nggak. Pembinaan dan pengawasan jalan bareng.

Buat pekerja SPPG, ini kabar baik. Kerja ngasih gizi ke anak sekolah, tapi dirinya sendiri dapat jaminan kesehatan dan kerja. Dua-duanya aman. Relawan juga jangan ketinggalan, soalnya risiko kerja lapangan sama.

Dengan 356 SPPG aktif bergerak, Pemkab Sukabumi menargetkan UHC & UCJ naik signifikan. Kalau semua nurut imbauan, berarti Sukabumi selangkah lebih maju: program gizi jalan, pekerjanya terlindungi, anggaran negara tepat guna.***

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Musim Kemarau, Petani Cikembar Gunakan Air Limbah Batu Hijau untuk Sawah

Bisnisnews.net - Kekeringan yang melanda Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi,...

INDOVEX 2026 Siap Digelar, Ajang Mempertemukan Potensi Unggulan Desa dengan Investor, Buyer, Offtaker, dan Dunia Usaha

Bisnisnews.net - Presiden Prabowo telah mengamanatkan dalam Asta Cita...

Pemkab Sukabumi Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla, Berlaku 23 Juli – 30 September 2026

Bisnisnews.net – Pemerintah Kabupaten Sukabumi secara resmi menetapkan Status...

Bupati Asep Japar Buka Porsadin VIII Sukabumi: Wadah Cetak Generasi Santri Berprestasi dan Berakhlak

Bisnisnews.net – Bupati Sukabumi, H. Asep Japar secara resmi...