Bisnisnews.net – Rabu 3/6/2026, Polres Sukabumi lewat Sat Binmas gelar FGD di Cafe Ratu Raos, Jl. Jend. Sudirman, Citepus. Temanya berat tapi penting: “Penguatan Peran Tokoh Agama & Da’i Kamtibmas Cegah Tindak Pidana ke Perempuan & Anak”.
Acara dimulai pada pukul 09.00 s/d 13.00 WIB ini, dipimpin langsung Kasat Binmas AKP Joko Susanto Supono, S.Kom. Wakapolres Kompol Agus Susanto, S.H., M.M. juga hadir wakili Kapolres, bareng PJU Polres, Kanit PPA Ipda Ahmad Fauzi, MUI, Kemenag, DP3A, UPTD PPA, FKUB, sampai Da’i Kamtibmas.
Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi H. Agus Sanusi, S.K.M., M.Si. juga turun langsung. Kehadirannya jadi sinyal kuat: isu perempuan dan anak harus ditangani bareng, nggak bisa Polri jalan sendiri.
Wakapolres di sambutannya tegas: cegah kekerasan ke perempuan/anak nggak cukup tugas aparat. Butuh kolaborasi Polri, tokoh agama, Da’i Kamtibmas, dan semua instansi. Kesadaran masyarakat kuncinya.
Rangkaian acara lengkap: pembukaan, Indonesia Raya, doa, laporan panitia, sambutan, pengukuhan Da’i Kamtibmas, foto bareng. Abis coffee break baru masuk inti FGD. Moderator ngalirin diskusi bareng narasumber dari Kanit PPA, DP3A, dan Kemenag.
Tokoh agama dan Da’i Kamtibmas jadi sorotan. Peran mereka dinilai strategis: kasih edukasi moral, penyuluhan ke jamaah, bina keluarga. Dari mimbar Jumat sampai majelis taklim bisa jadi corong cegah kekerasan, eksploitasi, dan pelecehan.
Kasat Binmas AKP Joko bilang FGD ini buat bangun komunikasi harmonis. “Peran tokoh agama & Da’i Kamtibmas penting sebagai mitra Polri. Lewat forum ini kami harap sinergitas makin kuat buat cegah tindak pidana dan ciptakan lingkungan aman,” ujarnya.
Kepala DP3A Agus Sanusi apresiasi penuh. “Kami sangat apresiatif. Selain nambah wawasan dan ilmu, kita bisa jalin sinergitas antarlembaga untuk ngawal persoalan perempuan dan anak,” ucapnya. DP3A siap jadi garda data serta pendampingan korban.
Hasil FGD nggak cuma wacana. Keluar rekomendasi konkret: 1) Kolaborasi Polri-Da’i Kamtibmas-Dinas diperkuat. 2) Perlu mapping wilayah dan pembagian tugas jelas tiap unsur. Biar nggak tumpang tindih pas ada laporan.
Ada juga kesepakatan awal bikin program kolaboratif berkelanjutan. Targetnya meningkatkan kualitas penanganan serta pencegahan kasus kekerasan perempuan/anak di Sukabumi. Edukasi keliling, sosialisasi ke pesantren, sampai pojok curhat di masjid jadi opsi.
Diskusi berjalan aktif dan konstruktif. Peserta antusias, cerminan kepedulian tinggi. Acara ditutup pembulatan moderator, lagu Bagimu Negeri, dan deklarasi komitmen bersama. Kondisinya aman, tertib, kondusif.
Harapan Polres Sukabumi: komitmen ini jalan, bukan berhenti di forum. Dengan tokoh agama dan Da’i Kamtibmas di garda depan, ditopang DP3A dan UPTD PPA, Sukabumi bisa jadi daerah yang lebih aman serta ramah buat perempuan dan anak.***
Editor : M. Nabil
(Aab)