Dian Rahadian Sebut Pesan Papua “Jaga Hutan” Harus Jadi Cermin Semua Kepala Daerah (Foto : Boeh)
Bisnisnews.net – Sebuah replika rumah pohon Korowai kini jadi simbol baru. Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat Dian Rahadian menyatakan bangga karena masyarakat adat Papua menitipkan pesan itu langsung ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Maknanya dalam: jaga hutan, lindungi manusia dan budaya.
Penyerahan replika rumah pohon itu bukan sekadar seremoni. Bagi Dian, itu bentuk kepercayaan masyarakat adat ke pemimpin yang dianggap sejalan dengan nilai mereka: hormat alam, jaga budaya, utamakan rakyat.
“Saya bangga melihat masyarakat Papua memberikan penghormatan kepada Kang Dedi. Kepercayaan ini lahir karena masyarakat melihat komitmen beliau dalam menjaga lingkungan, melestarikan budaya, dan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal dalam pembangunan,” kata Dian Rahadian, Rabu 3/6/2026.
Menurut Dian, Dedi Mulyadi nggak cuma jago orasi soal lingkungan. Kebijakannya selama ini memang menaruh kelestarian alam sebagai fondasi pembangunan, bukan pelengkap.
Karena itu, apresiasi dari Papua punya bobot beda. Datang dari masyarakat yang hidupnya paling dekat dengan hutan. Kalau mereka percaya, artinya ada jejak nyata yang dilihat.
Dian mengingatkan: pembangunan sukses itu bukan cuma tol mulus + gedung tinggi. Tapi juga seimbang. Alam tetap lestari, identitas budaya tetap kuat.
“Kang Dedi selalu mendorong pembangunan yang selaras dengan lingkungan. Beliau melihat alam sebagai aset yang harus kita jaga untuk generasi mendatang, bukan sekadar sumber daya yang bisa kita eksploitasi,” ujarnya.
Kekuatan Dedi, lanjut Dian, ada di pendekatan kearifan lokal. Sebelum bikin kebijakan, pahami dulu karakter masyarakat dan kondisi tanahnya. Jangan pakai cetakan yang sama buat semua daerah.
Replika rumah pohon Korowai jadi pengingat keras. Hutan itu bukan tumpukan kayu yang bisa ditebang sesuka hati. Hutan itu rumah, dapur, apotek, bank air, sekaligus jati diri masyarakat adat.
“Hutan bukan hanya soal pohon. Hutan menjadi ruang hidup, sumber pangan, sumber air, sekaligus bagian dari identitas masyarakat adat. Karena itu, setiap kebijakan pembangunan harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” tegas Dian.
Pesan Papua ke KDM ini, kata Dian, harus melompat jadi pesan nasional. Semua kepala daerah perlu denger: mau bangun silakan, tapi jangan korbankan hutan dan budaya.
Hanura Jabar berharap semangat Korowai itu menular. Dari Papua ke Jawa Barat, dari Jawa Barat ke seluruh Indonesia. Jaga alam = jaga masa depan anak cucu.
Dian juga ajak semua elemen bangsa kolaborasi. Pemerintah, swasta, akademisi, sampai warga biasa. Jaga lingkungan nggak bisa kerja sendiri-sendiri.
Baginya, kepercayaan masyarakat adat Papua ke Dedi Mulyadi bukti satu hal: pemimpin yang mau turun, denger rakyat, dan hargai budaya, pasti dapat dukungan.
“Kepercayaan masyarakat Papua kepada Kang Dedi menunjukkan bahwa kepemimpinan yang dekat dengan rakyat, menghargai budaya, dan menjaga alam akan selalu mendapat dukungan masyarakat,” pungkas Dian Rahadian.
Replika rumah pohon itu kini bukan cuma pajangan. Ia jadi titipan amanah. Tugas KDM, dan semua pemimpin daerah lain, untuk buktikan bahwa pembangunan bisa jalan bareng hutan, bukan ngelawan hutan.***
Editor : M. Nabil
(Aab)