Reses II 2026 di RW 08 Ciutara: PJU + Jalan Sudah Terealisasi, Kini Warga Minta Tembok Penahan & Koperasi Merah Putih Jalan Profesional (Foto : Den)
Wartain.com – Rabu 3/6/2026, RW 08 Kampung Ciutara Desa Pondokkaso Landeuh jadi titik temu. Ratusan warga ngumpul bareng Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Gerindra Teddy Setiady di Reses II Tahun Sidang 2026. Bahasannya berat-berat: longsor, jalan, sampai nasib Koperasi Merah Putih.
Hadir lengkap. Kades Pondokkaso Landeuh + perangkat, BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua RT/RW, sampai pengurus Gerindra kecamatan. Tujuannya satu: buka ruang aspirasi tanpa sekat.
Isu paling mendesak yang naik pertama: ancaman longsor. Warga beberapa titik masih was-was. Mereka minta pemerintah serius lewat pembangunan tembok penahan tanah, beresin drainase, dan bikin mitigasi jangka panjang.
Setelah bencana, giliran infrastruktur dasar. Jalan lingkungan, Penerangan Jalan Umum, sampai sarana pendukung lain jadi daftar panjang usulan warga. Alasannya simpel: jalan bagus + lampu terang = ekonomi jalan + warga aman beraktivitas.
Teddy dengerin satu-satu. Katanya semua masukan itu akan dihimpun dan diperjuangkan lewat mekanisme DPRD Kabupaten Sukabumi. Karena aspirasi warga itu kompas buat nentuin prioritas pembangunan.
“Reses menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua usulan yang disampaikan akan kami catat dan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan ke depan,” ujarnya.
Buat kasih bukti, Teddy ungkit capaian reses sebelumnya. Beberapa usulan warga Pondokkaso Landeuh sudah jadi fisik: PJU terpasang, jalan lingkungan naik kelas, plus program pemberdayaan masyarakat jalan.
Capaian itu dipakai Teddy buat nunjukin: kalau komunikasi warga-wakil rakyat lancar, pembangunan yang turun langsung kerasa manfaatnya. Bukan cuma wacana.
Dialog makin panas saat masuk bahasan Koperasi Desa Merah Putih. Program strategis pusat ini disorot warga. Harapannya jelas: kelola profesional, transparan, dan bener-bener ngangkat kesejahteraan.
Teddy ngasih konteks. Regulasi Koperasi Merah Putih itu kebijakan pusat. Tapi catatan, kritik, dan harapan warga Pondokkaso Landeuh akan jadi bahan evaluasi biar program nggak melenceng dari tujuan.
“Koperasi desa seharusnya menjadi instrumen yang mampu memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan usaha produktif, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan warga,” tegasnya.
Artinya, Koperasi Merah Putih jangan cuma jadi papan nama. Harus jadi mesin ekonomi desa. Buka usaha produktif, serap tenaga kerja lokal, duitnya muter di Pondokkaso Landeuh.
Sesi tanya jawab dibuka lebar. Warga masih titip aspirasi tambahan. Intinya sama: usulan longsor, infrastruktur, dan koperasi segera ditindaklanjuti biar pembangunan ngebut dan kesejahteraan naik.
Teddy berharap komunikasi model reses ini terus nyambung. Masyarakat nggak sungkan ngomong, wakil rakyat sigap nyatat + ngawal. Kalau gitu, persoalan ketahuan cepat, solusi dicari lewat jalur yang bener.
“Melalui kegiatan reses ini, Teddy berharap hubungan komunikasi antara masyarakat dan DPRD terus terjalin dengan baik sehingga setiap kebutuhan dan persoalan yang muncul dapat segera diketahui serta diperjuangkan melalui jalur yang tepat,” pungkasnya.
Reses II di Ciutara ini jadi bukti lagi: pembangunan yang bagus lahir dari obrolan langsung di kampung, bukan cuma rapat di gedung. PR selanjutnya ada di DPRD + Pemda buat kawal sampai jadi beton, aspal, dan koperasi yang jalan.***
Editor : M. Nabil
(Aab)