Bisnisnews.net || Usaha jajanan ringan milik Nandang Iskandar (40), warga Kampung Mayak RT 04/04, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, menjadi salah satu potret ketangguhan pelaku UMKM pasca pandemi Covid-19.
Usaha yang dikenal dengan nama “Jajanan Mang Nandang” ini mulai dirintis pada tahun 2020, tepat setelah masa sulit pandemi. Dengan modal awal sekitar Rp300 ribu, Nandang memulai usahanya dengan berjualan sosis saat momen kenaikan kelas di sekolah-sekolah.
Seiring waktu, Ia kemudian mengembangkan usahanya dengan menjajakan berbagai kue dan jajanan ringan secara keliling di wilayah Cikembar dan Bojong, serta melayani penjualan pada acara-acara umum tertentu, seperti kegiatan di lapangan desa (Lapdek) dan kegiatan masyarakat lainnya.
Meskipun sebagian jajanannya milik orang lain, dalam sehari, jika dagangan habis terjual, Ia mampu meraih omzet rata-rata sekitar Rp500 ribu per hari. Namun, ia mengakui saat ini usahanya menghadapi sejumlah tantangan.
“Salah satu kendala yang dirasakan adalah menurunnya omzet akibat adanya program MBG, sehingga penjualan tidak selalu stabil seperti sebelumnya,” ujarnya.
Meski demikian, Ia tetap optimistis menjalankan usahanya. Ia berharap ke depan dapat memiliki toko atau lapak tetap, sehingga tidak lagi harus berkeliling setiap hari untuk menjajakan dagangannya.
“Keinginan saya sederhana, bisa punya tempat usaha sendiri agar lebih fokus melayani pembeli,” tuturnya.
Usaha Jajanan Mang Nandang menjadi contoh semangat dan ketekunan pelaku UMKM lokal yang terus berjuang mempertahankan ekonomi keluarga di tengah berbagai tantangan, sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan bagi pengembangan usaha kecil di daerah.***
Editor : M. Nabil
(IFU)