Peternakan Ayam Kampung, Langkah Siti Nurafifah Wujudkan Ketahanan Pangan

Date:

Bisnisnews.net || Kemandirian pangan tidak selalu harus dimulai dari lahan luas atau modal besar. Dari sebuah pekarangan rumah sederhana di Kampung Cipeueteuy, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, seorang guru honorer membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa tumbuh dari ketekunan dan kemauan untuk mencoba.

Adalah Siti Nurafifah, guru honorer di Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang sejak tahun 2024 merintis usaha peternakan ayam kampung dengan nama Prtama Farm. Di sela-sela kesibukannya mengajar, ia memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah untuk membangun usaha ternak berbasis kemandirian pangan keluarga.

Usaha ini berawal dari langkah sederhana. Siti Nurafifah hanya memelihara dua pasang ayam kampung, masing-masing dua ekor jantan dan dua ekor betina. Seiring waktu, melalui perawatan yang konsisten, jumlah ayam terus berkembang hingga berkali-kali lipat dan menjadi sumber pangan sekaligus tambahan penghasilan keluarga.

Namun, perjalanan membangun Prtama Farm tidak lepas dari tantangan. Ayam kampung dikenal rentan terhadap penyakit musiman. Pada akhir tahun 2025 lalu, sekitar 300 ekor ayam milik Siti mati akibat serangan penyakit tahunan.

“Peristiwa itu berat, tetapi saya jadikan pelajaran penting. Dari situ saya belajar tentang pencegahan penyakit dan manajemen ternak yang lebih baik,” ujar Siti Nurafifah, Rabu 04/02/2026.

Tantangan lainnya datang dari ketidakstabilan harga pakan. Dedak padi sebagai bahan utama pakan ternak kerap mengalami kenaikan harga. Untuk mengatasinya, Siti melakukan inovasi dengan memanfaatkan limbah sayuran dari pasar yang dicampur dengan dedak padi dan difermentasi sebelum diberikan kepada ayam.

Metode fermentasi tersebut tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga mendukung pengelolaan limbah organik yang lebih ramah lingkungan.
Bagi Siti Nurafifah, beternak ayam kampung bukan sekadar usaha ekonomi. Lebih dari itu, Prtama Farm merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian pangan di tingkat rumah tangga, sekaligus contoh bahwa keterbatasan waktu dan lahan bukan alasan untuk tidak produktif.

“Ketahanan pangan bisa dimulai dari rumah, dari apa yang kita punya. Yang penting mau mencoba dan konsisten,” katanya.

Kisah Prtama Farm menjadi gambaran nyata bahwa kemandirian pangan dapat diwujudkan oleh siapa saja. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, inovasi pakan sederhana, dan ketekunan, masyarakat diharapkan terinspirasi untuk mulai membangun ketahanan pangan keluarga sebagai pondasi ketahanan pangan nasional.***

Editor : M. Nabil

(DH)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Bobby Maulana Soroti Gaya Hidup Pasif Generasi Muda di Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional

Bisnisnews.net - Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional yang dirangkaikan...

Sekolah Maung di SMAN 2 Kota Sukabumi Jadi Incaran, Pendaftaran Membludak hingga Server Sempat Down

Bisnisnews.net - Tingginya minat masyarakat terhadap program Sekolah Maung...

Lampu Mati, Danantara, dan Ujian Nyali di Sumatra

Oleh : Aam Abdul Salam, Aktivis 98, Sekjen PPJNA...

Distan Sukabumi Perkuat Swasembada Pangan di Ciemas

Bisnisnews.net - Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menegaskan Kecamatan Ciemas...