Bisnisnews.net || lUnit 1 Jatanras Satreskrim Polres Sukabumi Kota berhasil mengungkap kasus dugaan penipuan dan penggelapan sepeda motor yang terjadi di 12 lokasi berbeda di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.
Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial AS (55) yang diduga sebagai pelaku utama. AS ditangkap di Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Pengembangan penyelidikan selanjutnya mengantarkan polisi pada dua orang lainnya yang diduga sebagai penadah hasil kejahatan. Keduanya masing-masing berinisial YG (32), diamankan di wilayah Sukasari, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, dan A (25) yang ditangkap di Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Kedua penadah tersebut diamankan pada Minggu (11/1/2026).
Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Sujana Awin Umar, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari dua laporan korban yang diterima kepolisian pada awal Januari 2026.
“Setelah menerima laporan, anggota langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku utama mengakui telah beraksi di 12 TKP,” ujar Sujana, Selasa (13/1/2026).
Adapun lokasi kejadian tersebar di beberapa wilayah, yakni dua unit sepeda motor di Kecamatan Cikole, dua unit di Gunungguruh, tiga unit di Warudoyong, dua unit di Cibeureum, serta masing-masing satu unit di Baros, Kebonpedes, dan Cikembar.
Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa tiga unit sepeda motor, dua buku BPKB, dua lembar STNK, serta dua buah kunci sepeda motor.
Sujana menegaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain maupun jaringan penadah yang lebih luas.
“Para pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku dan dijerat dengan Pasal 492, 486, dan 591 KUHPidana,” tegasnya.
Polres Sukabumi Kota mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam transaksi jual beli kendaraan bermotor dan segera melapor ke pihak kepolisian apabila menjadi korban atau menemukan indikasi tindak pidana serupa.***(RAF)
Editor : M. Nabil