Bisnisnews.net — Pemerintah Kota Sukabumi membuka peluang memperluas akses kerja bagi masyarakat ke Jepang melalui kerja sama di bidang ketenagakerjaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Peluang tersebut dibahas Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana saat menerima kunjungan silaturahmi dan penjajakan kerja sama dari pihak Jepang di Balai Kota Sukabumi, Rabu (16/9/2026).
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi. Sejumlah agenda dibahas, mulai dari persiapan tenaga kerja, pendidikan bahasa Jepang, pelatihan hingga pertukaran budaya.
Bobby mengatakan pemerintah daerah menyambut terbuka peluang kerja sama yang dapat memberikan akses lebih luas bagi warga Sukabumi untuk mendapatkan pekerjaan di Jepang.
Salah satu sektor yang menjadi pembahasan adalah kebutuhan tenaga perawat. Lulusan keperawatan dari Kota Sukabumi dinilai dapat dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan tenaga perawat lansia maupun tenaga keperawatan di rumah sakit di Jepang.
“Kami tentu menyambut dalam rangka Kota Sukabumi juga sedang fokus untuk mengirimkan Pekerja Migran Indonesia ke luar negeri, tentunya dengan aturan dan regulasi yang sah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan arahan kementerian,” ujar Bobby.
Menurut Bobby, calon tenaga kerja tidak hanya membutuhkan kompetensi sesuai bidangnya, tetapi juga kemampuan berbahasa Jepang serta pemahaman terhadap budaya kerja di negara tujuan.
“Kalau memang sudah memiliki pengalaman untuk keperawatan melalui pendidikan di sini, tinggal melatih bahasa Jepangnya saja. Kurang lebih seperti itu,” jelasnya.
Pemkot Sukabumi juga melihat pentingnya keterlibatan lembaga pendidikan dalam menyiapkan calon tenaga kerja sejak dini. Saat ini, LPK Global Partner di Baros telah bekerja sama dengan SMA Negeri 5 Kota Sukabumi untuk memberikan persiapan bagi siswa yang memiliki rencana bekerja di Jepang setelah menyelesaikan pendidikan.
LPK tersebut juga telah berperan dalam pemberangkatan PMI ke Jepang sejak 2022. Bobby menyebut sekitar 300 orang telah diberangkatkan melalui lembaga tersebut, meski tidak seluruhnya berasal dari Kota Sukabumi.
“Hingga saat ini, kurang lebih 300 warga telah berangkat ke Jepang, meskipun tidak seluruhnya merupakan warga berdomisili di Kota Sukabumi,” kata Bobby.
Ke depan, pola kerja sama tersebut diharapkan dapat diperluas ke institusi pendidikan keperawatan, termasuk STIKes dan UMMI. Pengembangan kerja sama juga tidak terbatas pada penempatan tenaga kerja, tetapi mencakup pendidikan, pelatihan, pertukaran informasi kebutuhan tenaga kerja dan budaya Indonesia-Jepang.
Bobby menekankan bahwa peluang bekerja di luar negeri harus ditempuh melalui prosedur resmi dan mengikuti ketentuan yang berlaku. Hal ini dinilai penting untuk memastikan proses penempatan PMI berjalan sesuai regulasi.
Sebagai langkah lanjutan, Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi akan menggelar audiensi bersama pihak terkait untuk membahas bentuk kerja sama secara lebih teknis.
“Insyaallah melalui Pak Kadisnaker akan dilakukan audiensi-audiensi. Untuk yang lain-lainnya disesuaikan nanti,” pungkas Bobby.***(RAF)
Editor: M. Nabil