Diduga Cemari Sungai, Tiga Pabrik Pemotongan Batu Hijau di Sukabumi Disetop

Date:

Bisnisnews.net – Tiga perusahaan pemotongan batu hijau di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, dihentikan sementara aktivitasnya oleh pemerintah kecamatan.

Langkah ini diambil setelah muncul dugaan pencemaran limbah yang menyebabkan air Sungai Cibojong di Kampung Cikaramat, Desa Bojong, berubah keruh.

Selain itu, hasil peninjauan di lapangan menemukan adanya endapan limbah batu hijau di aliran sungai.

Sekretaris Kecamatan Cikembar, Lenni Nurlilah, mengatakan penghentian sementara dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada para pengusaha memperbaiki sistem pengelolaan limbah.

“Sementara ini ada tiga, tetapi karena sudah ada beberapa yang perbaikan, hari ini yang sudah perbaikan sudah boleh melaksanakan kegiatan lagi. Tapi kalau yang belum, selesaikan dulu saja bak penampungannya, baru setelah itu boleh melaksanakan kegiatan lagi,” ujar Lenni usai audiensi bersama pengusaha batu hijau di Kantor Desa Bojong, Jumat, 24 Juli 2026.

Lenni menjelaskan, keberadaan bak penampungan limbah menjadi salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi perusahaan. Karena itu, perusahaan yang belum memiliki fasilitas tersebut diminta tidak melakukan aktivitas produksi hingga kewajibannya dipenuhi.

Pemerintah kecamatan juga sebelumnya menemukan adanya kebocoran pada instalasi pengolahan air limbah atau IPAL milik salah satu perusahaan.

“Kalau sementara ini, kalau ada kebocoran ya kemarin. Sudah disarankan kepada pengusahanya untuk diperbaiki. Jadi hentikan saja dulu sementara kegiatannya, perbaiki dulu baru kemudian boleh beroperasi lagi,” ungkap Lenni.

Untuk memastikan kondisi Sungai Cibojong, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat telah melakukan pengambilan sampel air.

Sampel diambil dari dua titik, yakni bagian hulu dan hilir sungai, pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Pemeriksaan kualitas air tersebut masih berlangsung dan hasilnya diperkirakan baru diketahui setelah 14 hari kerja.

“Untuk hari Sabtu kemarin kita sudah melaksanakan pengujian ya, pengambilan sampel air di hulu sungai, kemudian di hilir juga. Karena memang batas waktu yang ditentukan oleh DLH Provinsi itu, hasilnya akan bisa terlihat setelah 14 hari kerja, dan ini baru belum satu minggu,” paparnya.

Berdasarkan peninjauan DLH Jawa Barat, limbah batu hijau ditemukan mengendap di sepanjang aliran Sungai Cibojong.

Meski kondisi sungai sempat berubah keruh, pemerintah kecamatan menyebut belum menerima laporan dari warga terkait gangguan kesehatan akibat dugaan pencemaran limbah tersebut.

“Sampai hari ini kita belum (keluhan sampak kesehatan). Tadi kan sudah disampaikan sama DLH juga ya. Hanya endapannya itu saja. Pada akhirnya kan airnya bening, endapannya itu yang mengendap, sampai hari ini belum belum ada keluhan,” jelasnya.

Ketua Paguyuban Pengusaha Batu Hijau, Yoni, turut mengakui adanya perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap pencemaran sungai.

Menurutnya, limbah dari perusahaan yang berada di bagian hulu kemudian terbawa dan menumpuk di wilayah hilir.

“Itu pabrik yang paling ada di hulu, soalnya ngumpulnya (limbah) di hilir gitu,” ujar Yoni.

Yoni mengatakan, para pengusaha saat ini mengikuti arahan pemerintah dengan menghentikan sementara kegiatan produksi sembari memperbaiki sistem pengelolaan limbah.

Dampak penghentian operasional tersebut juga dirasakan pengusaha karena proses pengerjaan pesanan pelanggan harus mengalami penundaan.

“Bagi pihak pabrik sendiri itu mungkin kalau order, order selesai 2 hari lagi, karena ada libur 2 hari jadi ya mundur waktu,” ucapnya.

Di Kecamatan Cikembar, terdapat sekitar 40 pengusaha yang menjalankan usaha pemotongan batu hijau.

Yoni berharap pemerintah dapat memberikan pembinaan kepada pengusaha, terutama mereka yang masih melakukan pelanggaran dalam pengelolaan limbah.

“Istilahnya diarahkan lah. Orang-orang yang ada cemaran sedikit itu,” jelasnya.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

SPMB 2026 Disorot, Mahasiswa Sukabumi Adukan Perubahan Status Kelulusan

Bisnisnews.net - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026...

Webinar SHALIKA #3 Segera Digelar, Bahas Dana Pensiun dan Kewirausahaan bagi ASN

Bisnisnews.net – Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi kembali...

Musrenbang Anak 2026 Jadi Wadah Aspirasi Anak untuk Wujudkan Kabupaten Sukabumi Layak Anak

Bisnisnews.net– Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali membuka ruang partisipasi bagi...

Warisan Kepemimpinan Dading di Balik Suksesnya PORSADIN VIII di Jampangkulon

Bisnisnews.net - Alun-alun Jampangkulon penuh sesak Kamis (23/7/2026). Ribuan...