Menggugat Angkara Oligarki: Seruan Pertahanan Rakyat Semesta (Hankamrata), Membela Kedaulatan Rupiah dan Jiwa Bangsa

Date:

Bisnisnews.net || Secara filosofis, sebuah bangsa bukan sekadar hamparan tanah, melainkan pengejawantahan dari kehendak bersama untuk merdeka (volonté générale). Ketika Presiden Prabowo Subianto mengambil sikap tegas untuk membersihkan koruptor dan menyetop pengerukan sumber daya alam secara licik, Indonesia sedang menegaskan martabatnya di panggung dunia. Langkah ini adalah manifestasi dari etika keadilan universal.

Namun, sejarah selalu mencatat bahwa setiap kebangkitan moral akan selalu berhadapan dengan kekuatan gelap (the dark force).

Hari ini, kita menyaksikan fenomena “Oligarki Hitam”—sekelompok oportunis domestik yang kehilangan akses menjarah kekayaan negara, lalu bersekongkol dengan kepentingan asing yang enggan melihat Indonesia berdiri di atas kaki sendiri. Konspirasi ini menggunakan proksi regional dan global untuk mereduksi kedaulatan kita menjadi sekadar komoditas pasar.

Dari kacamata spiritual, negara adalah amanah suci Tuhan Yang Maha Esa. Pemimpin yang berkomitmen membela rakyat kecil dan menjaga martabat bangsa sedang menjalankan misi profetik demi kemaslahatan publik.

Sebaliknya, penyebaran hoaks, fitnah kebencian, dan sabotase ekonomi secara brutal adalah bentuk nyata dari kerusakan moral (kemungkaran).

Upaya merusak wibawa pemerintah di dalam dan luar negeri melalui manipulasi informasi adalah strategi memecah belah bangsa. Namun, hukum spiritual alam semesta menegaskan bahwa kebatilan yang diorganisasi serapi apa pun akan runtuh ketika berhadapan dengan kekuatan doa publik dan ketulusan perjuangan.

Sabotase Pasar dan Pandangan Para Ahli

Serangan terhadap nilai tukar rupiah dan stabilitas pasar saham bukan terjadi secara kebetulan di ruang hampa. Para ahli ekonomi politik global sering mengingatkan tentang bahaya economic warfare (perang ekonomi) yang digerakkan oleh korporasi global dan proksinya.

Ekonom senior sering menggarisbawahi bahwa sentimen pasar di era modern sangat rentan terhadap manipulasi psikologis dan perang asimetris. Ketika hoaks disebarkan secara masif, tujuannya adalah menciptakan kepanikan buatan (artificial panic) guna memicu pelarian modal (capital outflow).

Langkah melumpuhkan rupiah adalah proksi untuk melumpuhkan logistik nasional, memicu inflasi, dan pada akhirnya menciptakan ketidakstabilan sosial untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Ini adalah pembajakan ekonomi demi melanggengkan pengerukan SDA secara ilegal.

Pertahanan Nasional: Seruan Pertahanan Rakyat Semesta (Hankamrata)

Menghadapi agresi hibrida yang meliputi sektor ekonomi, informasi, dan kedaulatan, strategi pertahanan konvensional tidak lagi cukup. Indonesia memiliki doktrin adiluhung: Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Pertahanan terbaik bukan hanya terletak pada alutsista, melainkan pada persatuan jiwa seluruh rakyat Indonesia.

Ketika oligarki hitam bergerak secara brutal merusak fondasi bangsa, maka setiap warga negara adalah prajurit lini depan. Melawan hoaks, menjaga stabilitas ekonomi lokal, dan menyuarakan kebenaran di ruang digital adalah bentuk nyata dari bela negara hari ini.

Pernyataan Sikap Majelis Pencerahan Indonesia

Melihat urgensi kebangsaan yang krusial ini, kami yang tergabung dalam Majelis Pencerahan Indonesia:

Anto Kusumayuda & Aam Abdul Salam (Ketua Umum dan Sekjen PPJNA 98), Siti Ratna Maymunah & Dede Heri (Ketua Umum dan Sekjen Rumah Literasi Merah Putih), M. Fikri (Majelis Sholawat Cahaya Nusantara), Yosep M (Jaringan Aktivis Muda Sukabumi), M. Rafi Asyam (Sinergi Media Merah Putih 98)

Dengan ini menyerukan dengan kepada seluruh elemen bangsa:

1. Rapatkan Barisan Nasional: Saatnya seluruh rakyat Indonesia memperkuat persatuan nasional dalam satu kekuatan Pertahanan Rakyat Semesta di bawah panji Merah Putih.

2. Lawan Perang Informasi: Boikot dan hancurkan setiap narasi hoaks, fitnah, serta ujaran kebencian yang disebarkan oleh oligarki hitam beserta kaki tangan asingnya, baik yang berbasis di dalam maupun luar negeri.

3. Kawal Kedaulatan Ekonomi: Dukung penuh ketegasan Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi, menyetop penyelundupan kekayaan alam, dan menjaga harga diri bangsa di mata internasional.

Penutup: Indonesia Tidak Akan Tunduk

Sejarah telah membuktikan bahwa bangsa ini lahir dari darah air mata persatuan, bukan dari belas kasihan asing. Dengan kekuatan Pertahanan Rakyat Semesta yang solid, dikombinasikan dengan doa yang mengetuk pintu langit dari seluruh rakyat Indonesia, kita berdiri tegak bersama Presiden Prabowo Subianto.

Kita akan menghadapi, melawan, dan menghancurkan siapapun—baik oligarki domestik maupun intervensi asing—yang mencoba merusak perekonomian, menginjak harga diri, dan mengganggu kedaulatan NKRI. Merdeka!***

Editor : M.Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Bupati Asep Japar Turun Langsung Tinjau Jalan Rusak, Verifikasi Pangkalan-Kalapanunggal Hingga Parungkuda-Bojongpari

Bisnisnews.net – Bupati Sukabumi Asep Japar meninjau sejumlah ruas...

Kapolres Sukabumi AKBP Samian Tegaskan Sinergi Forkopimda, Kunci Jaga Stabilitas dan Pembangunan Daerah

Bisnisnews.net – Menjaga keharmonisan, memperkuat kerja sama, dan memastikan...

Raih WTP Ke-12, Pemkot Sukabumi Fokus Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Keuangan

Bisnisnews.net - Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus...

Muscab Hiswana Migas Sukabumi Dorong Pemanfaatan AI dan Penguatan Distribusi Energi

Bisnisnews.net - Perkembangan teknologi digital dinilai harus menjadi bagian...