Inovasi MBG di SMAN 2 Kota Sukabumi: Dari Sekadar Makan Siang Jadi Momen Apresiasi dan Edukasi

Date:

Bisnisnews.net || Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 2 Kota Sukabumi menghadirkan nuansa baru. Tidak lagi dibagikan dalam kemasan seperti biasanya, kali ini makanan disajikan dengan konsep prasmanan yang memberi pengalaman berbeda bagi siswa dan guru.

Perubahan pola penyajian ini bertepatan dengan momen istimewa, yakni ungkapan syukur atas capaian prestasi akademik sekolah di tingkat nasional. SMAN 2 Sukabumi berhasil mencatatkan jumlah siswa terbanyak yang lolos ke perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP, sekaligus menempati posisi teratas di Jawa Barat.

Asisten Lapangan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Keramat Gunungpuyuh, Muhamad Maulana Azis, mengatakan bahwa konsep prasmanan bukan sekadar variasi, melainkan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman makan yang lebih bermakna.

“Melalui konsep ini, kami ingin menghadirkan suasana yang lebih hangat sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas prestasi luar biasa sekolah,” ujarnya.

Hidangan yang disajikan pun dibuat lebih spesial, seperti nasi kuning lengkap dengan aneka lauk khas Nusantara, mulai dari tempe orek, perkedel, bihun, hingga buah segar. Tak ketinggalan, inovasi pada menu sayuran juga dilakukan agar lebih menarik dan diminati siswa.

Meski dikemas lebih santai, aspek gizi tetap menjadi perhatian utama. Seluruh menu yang dikonsumsi oleh lebih dari seribu siswa dan puluhan guru telah melalui perencanaan dan pengawasan ketat dari tim ahli gizi serta Badan Gizi Nasional (BGN).

Menariknya, konsep ini juga membawa dampak positif di luar aspek konsumsi. Sistem antre dan pengambilan makanan secara mandiri dinilai mampu membangun interaksi sosial yang lebih akrab di lingkungan sekolah.

Dari sisi internal sekolah, perubahan ini disambut antusias. Staf Humas SMAN 2 Kota Sukabumi, Andriyansyah, menilai sistem prasmanan memberikan penyegaran sekaligus solusi terhadap persoalan sisa makanan.

“Dengan mengambil sendiri, siswa bisa menyesuaikan porsi sesuai kebutuhan. Ini membuat makanan lebih banyak dihabiskan dibandingkan sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, sistem ini juga dianggap lebih higienis dan fleksibel dibandingkan metode lama yang menggunakan wadah tetap. Siswa dan guru memiliki kebebasan dalam menentukan jumlah makanan yang diambil.

Meski demikian, penerapan prasmanan belum dilakukan setiap hari. Penentuan jadwal tetap mengacu pada hasil evaluasi bersama antara pihak sekolah dan penyedia program MBG.

Ke depan, inovasi seperti ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan gizi, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan penghargaan terhadap prestasi di kalangan siswa.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

UMKM Jajanan Dafisa Terus Berkembang, Usaha Kuliner yang Mulai Curi Perhatian di Jalan Raya Simpenan

Bisnisnews.net || Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kembali...

Dharma di Tengah Badai, Mengawal Mandat Suci Prabowo-Gibran

Oleh : Aam Abdul Salam/Sekjen PPJNA 98 dan Presidium...

MBG Bukan Ladang Bisnis: Ini Soal Masa Depan Bangsa

Oleh: Dede Heri, Sekjen Rumah Literasi Merah PutihBisnisnews.net ||...

Reuni Ubur-Ubur di Terambyar Fest, Wawali Sukabumi Bobby Maulana Duet dengan Aldi Taher

Bisnisnews.net || Stadion Suryakencana berubah menjadi lautan manusia yang...