Berburu Kulit Ketupat di Sepanjang Jalan Nagrak-Cibadak-Sukabumi

Date:

Bisnisnews.net || Menyambut perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, pedagang dadakan bungkus ketupat menjamur di beberapa titik jalur Nagrak-Cibadak-Sukabumi, khususnya disetiap ada persimpangan atau titik kerumunan warga.

Para pedagang dadakan ini, mulai berjualan sejak pagi hari dengan cara menggelar lapak sederhana di titik yang sudah dibangun, dan biasanya tutup sampai menjelang berbuka puasa

Terlihat juga para pedagang bungkus ketupat ini sedang sibuk merakit satu persatu janur untuk dijadikan sebagai pembungkus ketupat.

Berdasarkan hasil pantauan, banyak dari ibu-ibu menyerbu para penjual bungkus ketupat di setiap titik lapak yang ada. Biasanya para pedagang selesai berjualan sampai malam takbiran.

“Saya sih udah dari kemarin jualannya, gelar lapak juga di simpang Tajur ini, soalnya cuma dagang tiga hari saja,” kata Engkos, pedagang dadakan, yang beralamat di Kampung Gulingjawa, Desa Nagrak Utara ini, Rabu 18/03/2026.

Dalam sehari, ia mengaku bisa merakit bungkus ketupat mencapai ratusan buah. Untuk harga sendiri, ia menjual 10 bungkus ketupat seharga Rp10-12 ribu.

“Sehari mulai pagi sampai sore bisa ngerakit sampai 300 ketupat, 10 bungkus ketupat saya jual Rp10.000 untuk ukuran sedang, dan Rp12 ribu untuk ukuran besar,” tambah Engkos.

Ia menjelaskan, sejak 7 tahun yang lalu sudah menjadi rutinitasnya di setiap menjelang perayaan Idulfitri. Selalu berjualan bungkus ketupat di pasar simpang Tajur ini.

“Kalau dagang ini (bungkus ketupat-red) kan musiman ya, saya sih udah dagang 7 tahunan ini lah setiap mau Lebaran, Saya sengaja gelar lapak disini bersama tiga kawan Saya,” terangnya.

Dalam sehari, Engkos mengaku bisa mendapatkan uang sebesar Rp300-500 ribu sebagai keuntungan dari hasil penjualan bungkus ketupat.

“Hari kemarin alhamdulillah dapat Rp300 ribu, semoga aja hari ini bisa dapet lebih, sampai jam segini saja sudah dapat Rp400 ribu,” tambahnya.

Sementara itu, Mak Ening (63) sengaja menyempatkan diri untuk membeli bungkus ketupat untuk menghidangkan menu khas Lebaran.

“Saya sih lebih milih beli bungkus kupat dari pada bikin sendiri, ribet juga kan. Rencananya besok mau bikin opor ayam jadi butuh kupat buat temen makannya,” terang warga Kampung Dukuhnara, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, sambil menenteng 20 bungkus kulit ketupat.***

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

BUMDes Karya Insani Desa Loji Sukses Panen Raya 15 Ton Semangka dari Dana Desa

Bisnisnews.net - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Insani...

Mengetuk Pintu Langit: Ikhtiar Spiritual Muharam Bersholawat untuk Keselamatan Negeri “Bumikan Pasal 33 UUD 45”

Bisnisnews.net - Malam ke-19 bulan Muharam menjadi momentum sakral...

Ketua Komisi IV DPRD Sukabumi Dorong Optimalisasi Perlindungan Anak dan Perempuan

Bisnisnews.net – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry...