BKSDA Jabar Evakuasi Elang Jawa Usai Tabrak Kaca Rumah Warga di Sukabumi

Date:

Bisnisnews.net || Seekor Elang Jawa dilaporkan mengalami cedera setelah menabrak kaca rumah warga di Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Satwa langka tersebut kini telah dievakuasi dan mendapat penanganan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat.

Petugas BKSDA mengevakuasi Elang Jawa itu pada Senin pagi (2/2/2026) dari kediaman relawan yang sebelumnya mengamankan satwa dilindungi tersebut. Laporan awal kejadian diterima sehari sebelumnya, Minggu (1/2/2026).

Polisi Kehutanan Balai Besar KSDA Jawa Barat Resort Sukabumi, Hendi Apriadi, menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak setelah menerima informasi dari masyarakat.

“Informasi kejadian kami terima pada Minggu, 1 Februari, di wilayah Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak. Tim segera melakukan penanganan awal bersama P2BK kecamatan, pihak TNGGP, dan unsur KSDA,” ujar Hendi, Senin (2/2/2026)

Saat ditemukan, Elang Jawa yang memiliki nama latin Nisaetus bartelsi tersebut berada dalam kondisi lemah. Meski tidak ditemukan luka terbuka yang mencolok, petugas menduga satwa itu mengalami cedera di bagian dalam akibat benturan.

“Secara fisik tidak terlihat luka parah, namun kondisi satwa tampak lemas sehingga kami menduga ada luka dalam,” ungkapnya.

Hingga kini, jenis kelamin Elang Jawa tersebut belum dapat dipastikan. Menurut Hendi, proses identifikasi kelamin pada satwa ini cukup sulit dilakukan tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Dari postur tubuhnya, Elang Jawa tersebut diperkirakan sudah dewasa.

Berdasarkan penelusuran sementara, Elang Jawa itu diduga berasal dari kawasan hutan di sekitar permukiman warga, yakni Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Benturan dengan kaca rumah diduga terjadi saat satwa tersebut sedang mengejar mangsa.

“Wilayah jelajah Elang Jawa cukup luas. Ada kemungkinan saat berburu, satwa tidak menyadari adanya kaca rumah yang bersifat transparan,” katanya.

Saat ini, Elang Jawa tersebut menjalani perawatan dan rehabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC), Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Proses ini bertujuan untuk memulihkan kondisi kesehatan sebelum dilakukan tahapan lanjutan.

“Jika kondisi satwa membaik, akan dilakukan penilaian, habituasi, dan selanjutnya dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya,” pungkas Hendi.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Di Albacadabra 2026 Al Bayan, Menaker Yassierli Ingatkan Generasi Muda Harus Ciptakan Perubahan

Bisnisnews.net - Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli hadir memberikan...

Lewat Program “Dari Gerobak Tumbuh Harapan”, YBM PLN UP3 Sukabumi Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

Bisnisnews.net - PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukabumi...

Jangan Berhenti Berbuat Baik Karena Pernah Dikecewakan: Menjaga Integritas, Keikhlasan, dan Martabat di Tengah Ujian Kehidupan

Oleh: Ibnu Komadiyyah Suwandoko Aljawiyyi AsyarqiyyahBisnisnews.net - Ada satu...

Menteri Ketenagakerjaan Buka TMT ABT Batch 2 di Sukabumi, Disnakertrans Dukung Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja

Bisnisnews.net - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi...