PO2 Indonesia Resmikan Kepengurusan di Sukabumi, 100 Pengemudi Ojol Mulai Terlindungi BPJSTK

Date:

Bisnisnews.net || Perlindungan keselamatan kerja bagi pengemudi ojek online (ojol) di Kota Sukabumi mulai diperkuat melalui fasilitasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang digagas Perhimpunan Ojek Online (PO2 Indonesia). Program ini diluncurkan bersamaan dengan pengukuhan PO2 Indonesia Kota Sukabumi yang berlangsung di Warung Babeh, Rabu (10/12/2025).

Koordinator PO2 Indonesia Kota Sukabumi, Eri Sumarwan, menyebutkan bahwa organisasi ini hadir sebagai ruang berhimpun bagi para pengemudi untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperjuangkan perlindungan kerja yang lebih layak.

“Keberadaan PO2 Indonesia menjadi wadah komunikasi dan advokasi bagi pengemudi ojek online yang selama ini sering luput dari perhatian. Kami ingin kebutuhan mereka mendapat tempat yang semestinya,” ujar Eri.

Salah satu langkah awal yang direalisasikan adalah program perlindungan keselamatan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan. Menurut Eri, risiko di lapangan yang dihadapi pengemudi sangat tinggi karena sebagian besar waktu kerja mereka berada di jalan.

“Keselamatan merupakan isu utama. Dengan jaminan ini, pengemudi bisa bekerja lebih tenang karena ada perlindungan jika suatu saat terjadi musibah,” katanya.

PO2 Indonesia juga berharap pemerintah pusat bisa memperkuat regulasi untuk memberikan perlindungan yang menyeluruh bagi pengemudi ojol di seluruh Indonesia.

Aspirasi Pengemudi: Perlindungan yang Ditunggu

Salah satu anggota Aliansi Driver Online Sukabumi (Ados), Dedi Rohaedi (52), menyambut baik program tersebut. Ia mengapresiasi langkah PO2 Indonesia yang menurutnya memberikan rasa aman bagi para pengemudi.

“Kami berterima kasih karena program ini meng-cover BPJSTK untuk ojol Sukabumi. Ini langkah positif dan baru pertama kali dilakukan Ados bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Dedi.

Ia menilai perlindungan kecelakaan kerja sangat penting, mengingat hampir 70 persen aktivitas pengemudi dilakukan di jalan raya dengan risiko tinggi.

“Musibah tidak bisa ditebak. Kepesertaan BPJSTK membantu melindungi kami dan keluarga,” ucapnya.

Untuk tahap awal, sebanyak 100 pengemudi sudah terdaftar dalam program ini. Biaya kepesertaan sementara ditanggung organisasi pusat PO2 Indonesia, sehingga para pengemudi tidak mengeluarkan biaya apa pun.

Ados sebagai forum kolaborasi berbagai komunitas ojol di Sukabumi juga terlibat aktif dalam pengintegrasian anggotanya ke dalam program tersebut.

Dedi berharap inisiatif ini terus diperluas dan menjadi model perlindungan berkelanjutan bagi pengemudi ojek online di Sukabumi.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Azmi Faturahman Pimpin BEM Unla, Usung BEM Progresif dan Inklusif

Bisnisnews.net || Muhammad Azmi Faturahman resmi dilantik sebagai Presiden...

Unla Lantik Ketua DPM Muhtiar dan Presma Azmi, Rektor Tekankan Integritas dan Kolaborasi

Bisnisnews.net ||  Universitas Langlangbuana resmi melantik Ketua Dewan Perwakilan...

Usai Perbaikan Jalur, KA Siliwangi Kembali Beroperasi Normal

Bisnisnews.net || Layanan Kereta Api Siliwangi relasi Cipatat–Sukabumi kembali...

Diplomatic Forum Sukabumi: Pemkot Perluas Kerja Sama Global Lewat Penandatanganan MoU

Bisnisnews.net || Pemerintah Kota Sukabumi terus membuka peluang kolaborasi...