Bisnisnews.net || Berdirinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diimplementasikan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah inisiatif penting untuk meningkatkan kualitas hidup generasi penerus bangsa. Namun, efektivitas program ini sangat bergantung pada transparansi dan kualitas pelaksanaannya di lapangan.
Laporan tentang kasus keracunan makanan dan menu tidak higienis di beberapa dapur SPPG menunjukkan adanya celah pengawasan yang serius. Ini menunjukkan bahwa pengawasan tidak bisa hanya diserahkan kepada pihak berwenang atau Badan Gizi Nasional (BGN) semata. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan program ini berjalan sesuai standar kualitas dan keamanan pangan.
“Oleh karena itu, Saya selaku Sekjen Rumah Literasi Merah Putih mengajak seluruh elemen masyarakat, orang tua siswa, guru, dan aktivis untuk bersama-sama melakukan monitoring aktif terhadap dapur-dapur SPPG di lingkungan masing-masing, sehingga kita dapat bersama-sama memastikan bahwa program ini berjalan efektif dan memberikan manfaat yang maksimal,” ungkap Dede Heri dalam keterangannya,” Sabtu 16/11/2025.

“Kita harus pastikan setiap tahapan, mulai dari kebersihan, kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga menu yang disajikan, telah memenuhi standar kesehatan dan higienitas yang ketat,” tambah Dede Heri.
Dalam upaya menjawab persoalan tersebut dan sebagai wujud komitmen yang serius. Rumah Literasi Merah Putih membuka “Rumah Pengaduan” untuk menerima laporan tentang dugaan penyimpangan, ketidaksesuaian standar gizi, atau masalah higienitas di dapur SPPG.
“Laporkan melalui no whatsap: 081213795693. Kami akan mendokumentasikan, memvalidasi, dan meneruskan laporan Anda kepada pihak berwenang terkait,” imbuh Dede Heri
“Mari berkolaborasi untuk memastikan setiap asupan gizi yang diterima anak-anak kita adalah yang terbaik, higienis, dan bebas dari praktik curang. Masa depan anak bangsa ada di tangan pengawasan kita bersama,’ Ajaknya *** (DH)
Editor : M. Nabil