PKM BIMA Jambenenggang Bersama UMMI Luncurkan Program Stop Kekerasan Pada Anak

Date:

Bisnisnews.net || Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) Desa Jambenenggang Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Kampanye Kesadaran: Stop Kekerasan terhadap Anak”.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi, angka kekerasan di Desa Jambenenggang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi mencapai 32 persen atau sekitar 17 orang.

Menanggapi situasi ini, Tim PKM-BIMA Desa Jambenenggang UMMI mengambil langkah proaktif dengan berinteraksi langsung dengan tokoh masyarakat setempat untuk memahami isu kekerasan. Dari hasil interaksi tersebut, tim merancang sebuah aksi nyata bertujuan untuk mewujudkan desa yang bebas dari kekerasan.

Kegiatan pengabdian tersebut berlangsung di SMP Negeri (SMPN) 1 Kebonpedes yang diikuti oleh 610 siswa dan siswi. Bahkan, yang terlibat bukan hanya para siswa-siswi saja, tetapi para guru SMP diikutsertakan dan menjadi pendamping murid-muridnya. Hal itu sengaja dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas mereka sebagai agen perubahan, dalam mencegah serta menangani kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah.

Ketua SBMGI Sukabumi, Jejen Nurjanah mengungkapkan, kekerasan di desa rentan terjadi pada anak dan perempuan. Oleh karenanya, dibutuhkan edukasi tentang kekerasan di sekolah-sekolah.

“Oleh karena itu, kami mengapresiasi kepada TIM PKM-BIMA Desa Jambenenggang Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) yang telah berani terjun langsung ke sekolah, melakukan aksi kampanye kesadaran tersebut dan berdampak secara nyata kepada masyarakat,” tegas Ketua SBMGI Sukabumi, Jejen Nurjanah, Senin (8/9/2025).

Dengan begitu, Tim PKM-BIMA Desa Jambenenggang UMMI tidak hanya menciptakan kolaborasi antara universitas dan masyarakat. Namun demikian, pihaknya terus mengupayakan pendekatan yang komprehensif, mulai dari pengumpulan data hingga edukasi langsung di sekolah guna mengatasi isu kekerasan terhadap anak.

Adapun Sepuluh Poin Utama Dikampanyekan TIM PKM-BIMA Desa Jambenenggang UMMI:

* Pelukan dan ciuman dengan iming-iming.
* Adab ke toilet yang tidak tepat.
* Mengganti baju sembarang.
* Scrolling media sosial yang tidak teratur.
* Perilaku seksual yang tidak sesuai usia.
* Ketidaknyamanan atau kecemasan saat berinteraksi dengan orang dewasa.
* Menghindari tempat atau situasi tertentu tanpa alasan yang jelas.
* Perubahan emosi yang drastis atau suasana hati yang berubah-ubah.
* Tidak senang berbicara mengenai pengalaman pribadi.
* Keluhan fisik yang tidak jelas di area genital.(***)

Foto : Istimewa

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

PWI dan IPB Rancang Beasiswa S2 Wartawan, Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Pers

Bisnisnews.net – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Institut...

Dasco: Pemerintah Dengar Aspirasi Warga, Evaluasi BGN Langkah Wajar Demi Pelayanan Optimal

Wakil Ketua DPR RI Apresiasi Prabowo, Ingatkan Program Gizi...

Presiden Prabowo Tunjuk Nanik S. Deyang Pimpin Badan Gizi Nasional

Gantikan Pucuk Pimpinan BGN Demi Percepat Program Makan Bergizi...

Tepat Harlah Pancasila 2026, ABPEDNAS Tembus 100 Ribu Anggota BPD Se-Indonesia

Bisnisnews.net – 1 Juni 2026 jadi tanggal bersejarah bagi...