Bisnisnews.net || Perayaan Hari Jadi ke-43 Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, menjadi panggung ekspresi budaya yang melibatkan kuat peran generasi muda. Festival Karnaval Budaya yang digelar di Lapang Kibitay, Sabtu (12/7/2025), memperlihatkan antusiasme pemuda dari delapan RW yang turut ambil bagian dalam menampilkan kreativitas berbasis kearifan lokal.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi khusus kepada para pemuda yang terlibat aktif dalam penyelenggaraan dan penampilan karnaval budaya. Ia menilai keterlibatan generasi muda menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan budaya di tengah perubahan zaman.
“Kehadiran para pemuda dalam acara ini bukan hanya simbol semangat, tetapi juga menunjukkan bahwa estafet pelestarian budaya telah berada di tangan yang tepat,” ujarnya di hadapan warga dan tamu undangan.
Festival yang turut dihadiri oleh Ketua Bidang I TP-PKK Kota Sukabumi Kia Florita, Camat Lembursitu, Ketua TP-PKK Kecamatan dan Kelurahan Situmekar, serta para tokoh masyarakat, menjadi ajang kolaborasi antargenerasi dalam memeriahkan hari jadi Situmekar. Karnaval ini menampilkan beragam busana adat, pertunjukan seni lokal, serta ornamen budaya yang dirancang oleh para pemuda di tingkat RW.
Bobby Maulana menambahkan bahwa kegiatan semacam ini penting untuk memupuk kebanggaan terhadap identitas lokal dan memperkuat rasa kebersamaan antarwarga. Ia pun mengajak para pemuda untuk terus berinovasi dalam merawat budaya, termasuk dengan memanfaatkan media digital sebagai ruang ekspresi baru.
“Saya berharap para pemuda tidak hanya mewarisi budaya, tetapi juga mampu mengembangkan dan memperkenalkannya ke dunia luar dengan cara-cara kreatif dan relevan,” tambahnya.
Momentum ulang tahun ke-43 Kelurahan Situmekar juga dijadikan ajang refleksi bersama untuk membangun wilayah yang lebih inklusif, sehat, dan ramah pemuda. Pemerintah kota berkomitmen mendukung kegiatan-kegiatan positif yang digerakkan oleh generasi muda sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan berbasis komunitas.***(RAF)
Editor : M. Nabil