Bisnisnews.net || Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026 di Kota Sukabumi, Selasa (10/6/2025), diwarnai sejumlah kendala teknis yang menyulitkan proses pendaftaran, khususnya pada jalur domisili.
Salah satu persoalan utama yang dikeluhkan calon peserta didik dan orang tua adalah kesulitan dalam menentukan titik koordinat domisili melalui situs resmi pendaftaran: https://spmb.jabarprov.go.id.
Resti (41), warga RT 01 RW 12, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, mengaku gagal mendaftarkan anaknya ke SMAN 3 Kota Sukabumi secara mandiri akibat gangguan sistem.
“Sudah coba daftar kemarin, tapi sistemnya bermasalah, terutama pas mau menentukan titik koordinat rumah. Mungkin karena server-nya overload,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Rabu (11/6/2025).
Karena kendala tersebut, Resti memilih datang langsung ke SMAN 3 untuk meminta bantuan panitia dalam proses pendaftaran online. Menurutnya, proses unggah dokumen berjalan lancar, namun fitur pemetaan lokasi domisili menjadi hambatan.
“Kalau unggah berkas, nilai, foto, itu enggak masalah. Cuma pas bagian titik koordinat saja yang susah,” tambahnya.
Meski begitu, Resti tetap optimistis dan tidak terlalu khawatir, mengingat masa pendaftaran gelombang pertama masih berlangsung hingga 16 Juni 2025.
Pihak SMAN 3 Kota Sukabumi membenarkan adanya kendala teknis di hari pertama pendaftaran. Humas sekolah, Asep Rahmat Kurniawan, menyampaikan bahwa gangguan terjadi terutama pada jalur domisili.
“Pendaftaran memang tidak bisa dibuka tepat pukul 08.00 WIB, sempat mundur hampir dua jam. Selain itu, calon siswa di jalur domisili kesulitan menginput data penting seperti titik koordinat dan dokumen SPTJM,” jelas Asep.
Kendati menghadapi gangguan teknis, hingga hari pertama, pihak sekolah mencatat sekitar 150 calon siswa telah berhasil mendaftar melalui jalur domisili.
“Tahun ini kita menyiapkan 12 rombongan belajar, masing-masing berisi 36 siswa, totalnya 432 kursi. Pendaftaran gelombang pertama ini untuk jalur domisili, afirmasi, dan mutasi,” paparnya.
Asep juga menginformasikan bahwa pendaftaran gelombang kedua akan dibuka pada 24 Juni 2025, khusus untuk jalur prestasi akademik dan non-akademik.
“Untuk jalur prestasi, selain memenuhi berkas yang dibutuhkan, calon siswa harus mengikuti tes terstandar. Penilaiannya dibagi rata, 50 persen dari nilai prestasi dan 50 persen dari hasil tes,” jelasnya.
Sementara itu, pihak sekolah juga menemukan masih adanya calon siswa dari luar wilayah rayonisasi yang mencoba mendaftar ke SMAN 3.
“Contohnya dari Cisaat, padahal itu masuk rayon SMAN 1 Cisaat. Jadi sistem menolak secara otomatis,” tandasnya.
Pihak sekolah mengimbau calon siswa dan orang tua untuk memahami aturan rayonisasi dan memastikan domisili sesuai dengan jalur pendaftaran yang dipilih, agar tidak mengalami kendala serupa.***(RAF)
Editor : M. Nabil